Tatap Muka Belum Dibuka, Pemkab Kutim Tunggu Evaluasi Kualitas Udara Senin
SANGATTA – Aktivitas belajar mengajar secara langsung di sekolah-sekolah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum dapat dimulai kembali. Pemerintah daerah memilih mempertahankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sembari menunggu perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutim, Trisno, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang belum konsisten membaik.Di sisi lain, pemerintah menerima masukan dari sejumlah orang tua yang menginginkan kegiatan belajar kembali dilakukan di ruang kelas. PJJ dinilai memiliki keterbatasan dalam mendukung proses pembelajaran.
“Untuk minggu ini PJJ tetap dilaksanakan, sedangkan tatap muka belum bisa dilaksanakan,” kata Trisno,Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut belum bersifat permanen. Pemkab Kutim akan kembali melihat perkembangan kualitas udara sebelum menentukan langkah berikutnya.Evaluasi dijadwalkan berlangsung pada Senin dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan BPBD Kutim. Hasil pengukuran kualitas udara akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pendidikan.“Kalau Senin trennya membaik, PJJ akan dievaluasi. Kalau trennya memburuk, PJJ tetap dilanjutkan sampai cuaca membaik,” ujarnya.
Trisno menambahkan, kemungkinan penghentian PJJ dapat diterapkan secara terbatas apabila kondisi di sejumlah wilayah sudah memenuhi pertimbangan kesehatan.Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menilai kualitas udara berdasarkan kondisi asap yang tampak. Data pengukuran dari fasilitas kesehatan tetap menjadi rujukan dalam menentukan kebijakan.Keputusan mengenai pembelajaran tatap muka akan ditetapkan setelah evaluasi lintas sektor pada Senin.(Ciaa/AdvKominfo)

