Pemkab Kutim Pertahankan SE Karhutla, Kualitas Udara Belum Stabil
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih mempertahankan kebijakan penanganan pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di sejumlah kecamatan belum sepenuhnya pulih.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutim, Trisno, mengatakan perkembangan kualitas udara menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat monitoring yang digelar bersama BMKG Kaltim, OPD terkait dan camat se-Kutim.
Ia menyebut perubahan kondisi udara terjadi dalam beberapa hari terakhir. Perbaikan yang sempat terlihat pada awal pekan kembali diikuti penurunan kualitas udara menjelang akhir pekan.
“Senin dan Selasa sempat membaik, tetapi Rabu, Kamis, dan Jumat trennya kembali memburuk,” ujar Trisno,Kamis 24/9/2026.
Dari 18 kecamatan yang dipantau, hanya sekitar lima wilayah yang menunjukkan kondisi baik. Sementara daerah lainnya masih memerlukan perhatian.
Trisno menegaskan, pemerintah menggunakan hasil pengukuran Puskesmas sebagai rujukan, bukan semata-mata pengamatan mata. Sebab, kondisi udara tidak seluruhnya dapat diketahui hanya dari tingkat kepekatan asap.
“Yang kita gunakan adalah data dari alat ukur Puskesmas, karena tidak semua kualitas udara bisa dilihat secara visual,” jelasnya.
Berdasarkan analisis BMKG, cuaca diperkirakan membaik dalam beberapa hari, namun berpotensi kembali memburuk setelahnya.
Atas pertimbangan tersebut, SE Bupati Kutim masih diberlakukan hingga kondisi dinilai lebih aman.(Ciaa/AdvKominfo)

