Kualitas Udara di 5 Kecamatan Belum Aman, Disdikbud Kutim Pertahankan Pembelajaran Jarak Jauh

Sangatta –Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih tetap melanjutkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan. Langkah ini diambil menyusul kondisi kualitas udara di lima kecamatan yang belum dinyatakan aman.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum akan dibuka kembali sebelum memperoleh rekomendasi resmi terkait kelayakan lingkungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.

“Hari ini ya pemberitahuan resmi dari dinas kesehatan itu masih ada lima kecamatan yang kondisinya masih belum terlalu aman atau masih merah,” kata Mulyono kepada sejumlah awak media Selasa (22/9/2026)

Dijelaskannya, adapun lima wilayah yang saat ini masih berstatus rawan bahaya kualitas udara meliputi Kecamatan Teluk Pandan, Bengalon, Sangkulirang, Muara Bengkal, dan Busang.

“edaran itu kan berlaku untuk semua Kutim. Ya, bagus kita sabar dulu, tapi kalau memang kondisi sudah baik baik ya pasti kita kembalikan lagi,” ucapnya

Mulyono menjelaskan, pertimbangan kesehatan menjadi rujukan utama dalam penghentian sementara PTM. Langkah preventif ini bertujuan melindungi peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dari bahaya paparan partikulat berbahaya saat beraktivitas di luar ruangan.

“Tapi saya berkeyakinan kayaknya semakin baik kok. Iya. Mudah-mudahan satu dua hari lagi lah,” terangnya

Lebih lanjut, Mulyono berharap kondisi kualitas udara segera membaik dalam waktu dekat. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai layak atau tidaknya lingkungan untuk kembali melaksanakan PTM tetap berada pada Dinkes Kutim sebagai pihak yang memiliki kapasitas untuk menentukan kondisi aman dan tidak aman.

“Tapi ya sekali lagi dasarnya adalah dari dinas kesehatan yang yang punya kapasitas untuk menentukan layak dan tidak layak, aman dan tidak aman,” pungkasnya (Cia/ADV/*)