Gebyar Literasi Kutim 2026 Berakhir, Tantangan Berikutnya Tingkatkan Minat Baca Generasi Muda
SANGATTA – Berakhirnya Gebyar Literasi Kutai Timur (Kutim) 2026 bukan menjadi penutup gerakan membaca di daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim justru mendorong agar semangat yang dibangun selama kegiatan “Out of the Boox” terus dilanjutkan, terutama untuk memperluas ketertarikan generasi muda terhadap buku dan pengetahuan.
Pameran buku dan festival literasi tersebut resmi ditutup Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Aula Ki Hajar Dewantara, YPPSB Munthe, Minggu (4/10/2026). Kegiatan sebelumnya berlangsung sejak Jumat (25/9/2026).
Ardiansyah menilai peningkatan budaya membaca membutuhkan proses yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan literasi tidak cukup hanya digelar dalam bentuk festival, tetapi harus mampu membentuk kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut membaca dapat membuka wawasan sekaligus membantu masyarakat memahami berbagai persoalan dengan sudut pandang yang lebih luas. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan ruang dan dorongan untuk berinteraksi dengan buku maupun sumber pengetahuan lainnya.
“Melalui penyelenggaraan Gebyar Literasi 2026 ini, Pemkab Kutim berharap minat baca dan semangat literasi masyarakat khususnya generasi muda terus meningkat,” kata Ardiansyah.
Selain membaca, ia mendorong anak muda berani menulis dan menghasilkan karya. Perkembangan teknologi digital dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap informasi, selama tidak menghilangkan kemampuan manusia dalam berpikir dan berkarya.
Pemkab Kutim berharap kegiatan serupa mampu menjadi pemantik bagi sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih dekat dengan budaya membaca.
Dengan demikian, berakhirnya Gebyar Literasi 2026 menjadi awal untuk memperkuat gerakan literasi secara lebih luas di Kutim.(Ciaa/AdvKominfo)

