Anggaran Tak Stabil, DPUPR Kutim Prioritaskan Penyelesaian Proyek Mangkrak

SANGATTA – Kondisi pendapatan daerah yang belum stabil membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kutai Timur (Kutim) harus menyesuaikan pelaksanaan program pembangunan. Di tengah keterbatasan anggaran, penyelesaian proyek yang masih tertunda menjadi salah satu prioritas.

Kepala DPUPR Kutim Tabrani Aji ST mengatakan, pelaksanaan rencana kerja (Renja) maupun rencana strategis (Renstra) belum dapat berjalan maksimal. Sebab, kedua dokumen perencanaan tersebut disusun dengan asumsi kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang besar dan relatif stabil.

“Dinas PUPR tidak bisa maksimal kerja sesuai dengan Renstra dan Renja, karena anggaran yang turun naik,” ujar Tabrani, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, perubahan kemampuan fiskal daerah membuat pihaknya harus lebih selektif dalam menentukan program. Anggaran yang tersedia akan diarahkan pada kebutuhan yang dianggap paling mendesak dan berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Pada Bidang Cipta Karya, misalnya, DPUPR tidak hanya berfokus membangun fasilitas baru. Penyelesaian sejumlah bangunan yang pengerjaannya belum rampung menjadi perhatian, termasuk proyek yang telah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

“Gedung ini yang kami akan selesaikan, dengan anggaran yang ada saat ini, sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada,” katanya.

Sementara pada Bidang Bina Marga, anggaran juga diarahkan untuk pemeliharaan jalan. Tabrani menyebut kondisi jalan yang tetap terjaga penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Karena anggaran terbatas, kami mungkin akan lebih banyak anggaran untuk melakukan perawatan jalan daripada membangun jalan baru,” pungkasnya.(Ciaa/AdvKominfo)