Gelar Reses di Sangatta Utara, Anggota DPRD Kutim Pandi Widiarto Fokus Kawal Infrastruktur dan UMKM

SANGATTA, – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto, menggelar reses masa sidang III guna menyerap aspirasi warga di Jalan Mujur Jaya 1, RT 27, Desa Sangatta Utara, pada Kamis.

Dalam pertemuan yang didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga tersebut, sejumlah isu strategis tingkat rukun tetangga hingga kabupaten mencuat. Beberapa persoalan utama yang disampaikan warga meliputi minimnya penerangan jalan di gang-gang permukiman, kebutuhan kamera pengawas (CCTV), hingga masalah sistem drainase.

Warga mengeluhkan kondisi parit yang tidak terintegrasi dengan baik, sehingga aliran air tidak optimal dan kerap memicu genangan banjir. Selain itu, pembenahan dan dukungan terhadap fasilitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) juga menjadi usulan krusial mengingat fungsinya sebagai pelayanan dasar masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pandi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutim, menegaskan komitmennya untuk mengawal keluhan warga.

“Reses merupakan agenda DPRD untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan DPRD,” ujar Pandi.

Meski demikian, Pandi bersikap realistis dengan tidak menjanjikan hal yang belum pasti. Ia memastikan setiap usulan akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah, dan direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran serta kewenangan yang ada.

Di samping isu lingkungan, Pandi turut memaparkan progres pembangunan infrastruktur daerah, seperti Bandar Udara dan Pelabuhan Kenyamukan. Ia menargetkan pelabuhan yang rencananya diberi nama Pelabuhan Kudungga Sangatta tersebut dapat beroperasi pada tahun 2027 untuk mendongkrak ekonomi daerah.

Terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat, Pandi mendorong peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ia mengimbau para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang bantuan permodalan yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim maupun Dinas Koperasi dan UMKM.

“Kami ingin UMKM di Kutai Timur terus tumbuh dan mampu menopang perekonomian masyarakat. Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar program bantuan permodalan dapat terus dikembangkan,” tutup Pandi dalam kegiatan dialogis yang turut dihadiri oleh Ketua RT 27, Asri Tawang tersebut. (*)