Kabut Asap Makin Pekat, Disdikbud Kutim Terapkan PJJ Mulai 18 September
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di seluruh satuan pendidikan akibat kondisi kualitas udara yang semakin memburuk dan masuk kategori tidak sehat karena kabut asap.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B-100.3.4.2/6083/DISDIKBUD-1.1 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap di Lingkungan Satuan Pendidikan Kabupaten Kutai Timur.
“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring/online terhitung mulai tanggal 18 September 2026 sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” demikian isi surat edaran tersebut.
Kebijakan itu diambil setelah Disdikbud Kutim menindaklanjuti hasil rapat bersama Asisten I Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur, Dinas Kesehatan, serta seluruh camat se-Kabupaten Kutai Timur pada 17 September 2026.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan, penghentian pembelajaran tatap muka dilakukan dengan memperhatikan kondisi Indeks Kualitas Udara di wilayah Kutai Timur yang dinilai semakin memburuk dan masuk dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap.
“Selama PJJ berlangsung, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan melalui Work From Home sesuai pengaturan kepala sekolah untuk memastikan layanan pembelajaran tetap berjalan. Absensi peserta didik dan guru juga tetap dilakukan secara daring,” terangnya
Pihak sekolah diminta mengoptimalkan komunikasi serta pengawasan pembelajaran mandiri melalui sarana komunikasi daring atau grup kelas bersama orang tua dan wali murid.
Disdikbud juga mengimbau orang tua atau wali murid mengawasi dan membatasi aktivitas anak di luar rumah selama pembelajaran daring guna meminimalkan paparan kabut asap. “Masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi,” imbuhnya
Lebih lanjut, pemerintah juga meminta bagi warga yang terpaksa keluar rumah atau mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diimbau menggunakan masker yang layak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (Cia/ADV/*)

