KONI Kutim Dorong Digitalisasi Data Atlet untuk Perkuat Pembinaan Olahraga
Sangatta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim) menggelar pelatihan pembuatan aplikasi dan website serta digitalisasi atlet sebagai upaya memperkuat pendataan, pemantauan perkembangan, dan pengelolaan informasi atlet secara lebih sistematis.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat KONI Kutim, kawasan Stadion Kudungga, Sangatta, Senin (21/9/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua KONI Kutim Rodi Hartono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan, serta narasumber dari Bandung, Dr. Lius Riswanto dan Yaya Wihardi.
Mahyunadi mengatakan, pelatihan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk membuat aplikasi dan website, tetapi menjadi langkah membangun sistem olahraga Kutai Timur yang lebih tertib, terukur, dan modern.
“Yang jauh lebih penting yang kita harus sadari bahwa kita sedang membangun sistem olahraga Kutai Timur yang lebih tertib, terukur dan modern,” kata Mahyunadi dalam sambutannya.
Menurut dia, selama ini data olahraga masih tersebar di berbagai tempat, mulai dari data atlet, prestasi, pelatih, hasil kejuaraan, usia atlet hingga perkembangan kemampuan atlet.
Karena itu, Mahyunadi berharap seluruh data tersebut dapat dihimpun dalam satu sistem digital sehingga KONI dan pemerintah daerah lebih mudah mengetahui jumlah atlet, cabang olahraga yang potensial, atlet berprestasi yang harus dipertahankan, atlet muda yang berkembang, serta dukungan yang dibutuhkan.
“Karena pembinaan olahraga tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan, pembinaan olahraga harus berbasis data,” tegasnya.
Mahyunadi juga berharap aplikasi tersebut ke depan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan nama dan biodata atlet, tetapi berkembang menjadi database prestasi atlet Kabupaten Kutai Timur. Rekam jejak atlet diharapkan mencakup usia, cabang olahraga, klub, pelatih, kejuaraan yang diikuti, medali yang diperoleh hingga perkembangan prestasi dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan meminta hasil pelatihan segera diterapkan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia juga meminta perkembangan masing-masing cabang olahraga dipantau agar data dapat diakses dengan lebih mudah.
“Kalau kita sudah punya data, kita enggak susah lagi kalau ingin melihat perkembangan teman-teman cabor, lagi-lagi kita minta bersurat,” ujarnya.
Ketua KONI Kutim Rudi Hartono mengatakan digitalisasi diperlukan karena data menjadi dasar untuk menentukan sasaran pembinaan olahraga ke depan.
Ia berharap data yang dihimpun dapat menunjukkan jumlah atlet, perkembangan klub, hingga cabang olahraga yang aktif melakukan regenerasi.
“Nah, harapan saya apa yang nanti disampaikan oleh narasumber itu bisa diserap dengan baik sehingga ke depan Kutai Timur itu sudah gampang kita bisa melihat dari data berapa atlet kita, berapa perkembangan klub-klub di bawah binaan cabang olahraga,” pungkasnya (Cia/*)

