Demi Keselamatan Siswa, Disdikbud Kutim Setop Tatap Muka Akibat Kabut Asap

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah antisipasi menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah dihentikan sementara dan diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 18 September 2026.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap peserta didik maupun tenaga pendidikan. Kondisi udara yang berada pada kategori tidak sehat menjadi pertimbangan utama dalam mengalihkan aktivitas pembelajaran ke rumah.

“Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena kondisi udara kurang baik, pembelajaran tatap muka sementara dialihkan ke PJJ,” ujar Mulyono,Kamis (17/9/2026).

Kebijakan itu ditetapkan setelah Disdikbud Kutim mengikuti rapat bersama Asisten I Pemerintahan, Dinas Kesehatan dan seluruh camat pada 17 September 2026. Pemerintah daerah membahas kondisi kualitas udara serta langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.

Selama PJJ berlangsung, proses pendidikan tetap berjalan melalui sistem daring. Setiap sekolah diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik dan memastikan komunikasi antara guru, siswa serta orang tua tetap terjaga.

Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan melalui pengaturan Work From Home (WFH) yang ditetapkan kepala sekolah. Kehadiran guru dan siswa juga tetap dicatat secara daring.

Mulyono mengatakan durasi penghentian tatap muka belum ditentukan. Disdikbud bersama instansi terkait akan mengevaluasi perkembangan kualitas udara sebelum menentukan jadwal kembali ke sekolah.

“Untuk pembelajaran tatap muka akan kami evaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara. Kalau kondisi sudah memungkinkan, kegiatan di sekolah akan kembali dilaksanakan,” katanya.

Orang tua diminta mendampingi anak selama mengikuti PJJ dan membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus bepergian, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi paparan udara yang tercemar.(Ciaa/AdvKominfo)