Polsek Sangkulirang Cek Stok BBM di SPBU dan APMS, Situasi Aman Tanpa Panic Buying

Kutai Timur – Polsek Sangkulirang melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dan APMS di wilayah hukumnya, Jumat (24/04/2026) guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Pengecekan dilakukan di dua lokasi utama, yakni SPBU 65.756.004 milik Hajjah Mastora di Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, serta APMS Jaya Lestari di Desa Karangan Ilir, Kecamatan Karangan.
Dari hasil monitoring di SPBU Sangkulirang, stok BBM terpantau masih mencukupi, dengan rincian Dexlite 151 liter, Pertamax 9.931 liter, Pertalite 5.306 liter, dan Solar 2.943 liter. Sementara itu, rencana pengiriman Solar sebanyak 10.000 liter juga telah dijadwalkan. Harga BBM di lokasi tersebut tercatat stabil, dengan Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.600, Solar Rp6.800, dan Dexlite Rp24.150.
Sementara di wilayah Kecamatan Karangan, tepatnya di APMS Jaya Lestari, stok BBM juga dalam kondisi aman dengan ketersediaan Dexlite 4.290 liter, Pertamax 5.145 liter, dan Pertalite 2.521 liter. Aktivitas penyaluran BBM di kedua lokasi terpantau berjalan normal tanpa antrean berlebih.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas distribusi BBM di tengah masyarakat.
“Kami memastikan stok BBM di wilayah Kutai Timur tetap aman dan distribusi berjalan lancar. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya antrean panjang maupun panic buying,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Kapolres juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi protes atau keluhan dari masyarakat terkait ketersediaan BBM, termasuk dari pelaku usaha seperti penyedia alat berat maupun transportasi.
Selain itu, AKBP Fauzan juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU dan APMS serta melakukan pengamanan di lapangan guna mengantisipasi potensi gangguan,” tutupnya. (Butsainah/*)
