Dari Eks Tambang ke Lahan Produktif, Kapolres Kutim Pimpin Perawatan Jagung Jelang Panen

Kutai Timur – Upaya optimalisasi lahan eks tambang menjadi kawasan produktif terus digencarkan oleh Polres Kutai Timur. Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui kegiatan perawatan tanaman jagung menjelang masa panen di lokasi ketahanan pangan Pit J, eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Jumat (24/4/2026), yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, bersama jajaran.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tahapan pra panen ini difokuskan pada pemotongan pucuk tanaman jagung yang telah memasuki usia tua. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tongkol serta meningkatkan kualitas hasil panen.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemanfaatan lahan tidur agar menjadi lebih produktif.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa lahan eks tambang yang sebelumnya tidak produktif dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi. Kami ingin memastikan seluruh tahapan, mulai dari penanaman hingga menjelang panen, berjalan optimal,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia menambahkan, keterlibatan langsung jajaran kepolisian di lapangan juga bertujuan untuk memberikan motivasi serta contoh kepada masyarakat dan pihak terkait agar terus mengembangkan sektor pertanian.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mendukung ketahanan pangan. Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Lahan ketahanan pangan yang berada di kawasan Pit J eks tambang PT KPC tersebut menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi lahan pascatambang menjadi area pertanian produktif. Dengan perawatan yang intensif menjelang panen, diharapkan hasil jagung yang diperoleh dapat maksimal serta berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di wilayah Kutai Timur.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, perusahaan, dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. (Butsainah/*)