KNPI dan Insan Pers Satukan Seni dan Sejarah di Taman Venus, Mahyunadi Kenang Masa Jadi Ketua KNPI

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, secara resmi membuka kegiatan Lens of Kutai Timur (Kutim) 2025 yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim. Acara yang menampilkan pameran fotografi sejarah, musik mini piknik, dan live melukis ini berlangsung hangat di Taman Venus, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sabtu (13/12/2025) sore.
Kegiatan kolaboratif lintas komunitas ini bertujuan menyajikan potongan sejarah Kutim yang diabadikan oleh insan pers dan pegiat fotografi, sekaligus mempererat hubungan antara seniman, media, dan masyarakat.
“Sejarah bisa saja ditulis oleh pemenang, tapi melalui foto-foto ini, sejarah Kutim ditampilkan apa adanya. Jujur dan terbuka,” tegas Wakil Bupati Mahyunadi dalam sambutannya.
Wakil Bupati Mahyunadi menyambut baik digelarnya pameran fotografi sejarah, menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai masa lalunya. Ia juga mengapresiasi peran strategis media di Kutim yang dinilai menyajikan pemberitaan konstruktif dan berimbang.
“Media mampu membentuk opini publik, baik yang membangun maupun yang melemahkan. Kalau ada yang kurang baik, sampaikan kepada kami agar bisa diperbaiki,” pesannya, seraya menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama pemerintah dalam membangun.
Sementara itu, Ketua Panitia Khomarul Rafael menyampaikan bahwa Lens of Kutim 2025 dikemas sederhana namun sarat nilai, mengedepankan kearifan lokal dan kekuatan kolaborasi internal KNPI dengan berbagai media dan komunitas kreatif.
Di sela sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi turut menyampaikan informasi kebijakan terbaru dari Pemerintah Kabupaten. Ia mengumumkan bahwa retribusi stan pedagang di Taman Venus telah diturunkan secara signifikan melalui perubahan Peraturan Daerah (Perda).
“Keringanan retribusi stand pedagang di Taman Venus telah diturunkan dari Rp 1.500.000 menjadi Rp 300.000 per stand,” ungkap Mahyunadi, menegaskan langkah ini merupakan bentuk keberpihakan Pemkab kepada pelaku usaha kecil. (*)
