Demokrat Dorong Skema Pendanaan Pusat Kembali Masuk Kutim

Sangatta – Partai Demokrat mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk kembali memaksimalkan skema pendanaan dari pemerintah pusat guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur daerah. Langkah ini dinilai sangat penting di tengah upaya efisiensi dan tekanan fiskal yang dialami APBD saat ini.

Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Dr. H. Irwan, S.IP., M.P menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Kutai Timur sebelumnya telah membuktikan efektivitas dana pusat. Ia mencontohkan proyek strategis seperti pembangunan akses Pelabuhan Kenyamukan dan perbaikan jalan di wilayah Rantau Pulung yang berhasil didorong melalui pendanaan kementerian.

“Pola-pola seperti ini harus kembali dimaksimalkan. Kita sudah punya contoh suksesnya. Anggaran di kementerian itu tersedia, tinggal bagaimana daerah aktif berkomunikasi agar program pusat diarahkan ke sini,” ujar Irwan saat bertemu Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Rabu (25/3/2026).

Irwan menekankan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan. Ia meminta jajaran Pemkab Kutim untuk lebih agresif melakukan koordinasi, baik dengan kementerian terkait maupun melalui jalur legislatif di DPR RI.

Menurutnya, jaringan politik yang dimiliki Partai Demokrat di tingkat nasional siap dikerahkan untuk membantu mengawal usulan program dari Kutai Timur.

“Pemimpin tidak boleh pasrah dengan keadaan APBD. Harus punya ide, integritas, dan kemauan kuat untuk memperjuangkan nasib rakyat di tingkat nasional,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat Kutim, Ordiansyah, menyatakan komitmennya untuk mengawal visi pemerintah daerah melalui akses partai di pusat. Ia menilai sangat disayangkan jika jaringan strategis di Jakarta tidak dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pembangunan masyarakat Kutim.

“Kami akan dukung dan jaga Pak Bupati. Pemanfaatan jaringan pusat ini adalah peluang strategis untuk mempercepat pembangunan tanpa harus membebani APBD secara berlebihan,” tutup Ordiansyah. (Butsainah/*)