HUT Kutim Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
SANGATTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2026 tidak hanya diarahkan sebagai agenda seremonial. Panitia juga ingin momentum tahunan tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, termasuk melalui kegiatan bazar.
Ketua Panitia HUT Kutim, Trisno, mengatakan konsep perayaan perlu mempertimbangkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan kegiatan yang mampu menarik kunjungan warga sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha.
Menurutnya, tingkat kehadiran masyarakat menjadi salah satu aspek yang diperhatikan ketika panitia menyusun rangkaian acara. Semakin banyak warga yang datang, semakin besar pula peluang transaksi bagi pedagang dan pelaku UMKM.
“Di event HUT Kutim itu kita ingin meningkatkan ekonomi kerakyatan juga. Biasanya kita bikin bazar dan segala macam,” ujar Trisno, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan lokasi kegiatan juga berkaitan dengan tujuan tersebut. Panitia tengah membandingkan sejumlah aspek untuk menentukan tempat yang dinilai mampu memberikan dampak optimal bagi perayaan maupun aktivitas masyarakat.Bukit Pelangi, misalnya, dinilai memiliki keunggulan karena kawasan tersebut sudah ramai dikunjungi warga meskipun tidak sedang berlangsung kegiatan besar.
Kondisi itu menjadi pertimbangan dalam melihat potensi perputaran ekonomi selama HUT.Sementara itu, panitia tetap membuka kemungkinan menggelar kegiatan di lokasi lain yang memiliki fasilitas lebih memadai. Kajian mencakup aksesibilitas, area parkir, ketersediaan listrik dan air, hingga aspek pengamanan.
Trisno menegaskan, rangkaian kegiatan akan dimatangkan setelah seluruh masukan dari pihak terkait dihimpun. Panitia berharap perayaan HUT tahun ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Semangat kebersamaan untuk membangun Kutai Timur tentu harus kita lakukan,” pungkasnya. (Ciaa/AdvKominfo)

