Disdikbud Kutim Terapkan Tiga Strategi Komprehensif Tuntaskan Masalah Anak Tidak Sekolah

Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya. Hal ini menjadi prioritas utama guna meningkatkan angka partisipasi sekolah dan kualitas pendidikan di Kutai Timur.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan tiga upaya besar untuk menyelesaikan permasalahan ini secara komprehensif. Strategi pertama difokuskan pada upaya memastikan seluruh anak usia sekolah di Kutai Timur dapat mulai mengenyam pendidikan.
“Langkah kedua adalah menjaga anak-anak yang sudah bersekolah agar tetap bertahan di bangku pendidikan dan tidak sampai putus sekolah,” ujar Mulyono dalam keterangannya.
Sedangkan strategi ketiga menyasar anak-anak yang terlanjur putus sekolah namun masih dalam usia sekolah untuk ditarik kembali ke sistem pendidikan formal. Bagi mereka yang sudah melewati usia sekolah, Disdikbud menyediakan layanan pendidikan non-formal melalui program Paket A, B, dan C agar tetap memiliki ijazah dan keterampilan sebagai modal bekerja.
Mulyono menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada validasi data yang akurat di lapangan. Pihaknya tidak hanya mengandalkan data statistik, tetapi juga melakukan verifikasi langsung untuk memastikan kondisi riil setiap anak.
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Kutai Timur tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari tingkat desa, perangkat RT, PKK, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Ini adalah kerja kolaborasi, kerja tim yang tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Harapan kita, angka ATS ini akan terus menurun sehingga angka partisipasi sekolah di Kutai Timur meningkat signifikan,” pungkasnya. (*)
