Realisasi Investasi Kutai Timur 2025 Tembus Rp 20 Triliun, Lampaui Target Nasional

SANGATTA — Realisasi investasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang tahun 2025 mencatatkan nilai sebesar Rp 20,007 triliun. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12,5 triliun sekaligus menempatkan Kutim di posisi kedua tertinggi di Kalimantan Timur setelah Kota Balikpapan.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa angka tersebut didukung oleh sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, industri pengolahan, dan jasa. Kendati demikian, ia menyebut potensi nilai investasi di wilayahnya diperkirakan lebih tinggi dari angka resmi yang tercatat saat ini.

“Nilai Rp 20 triliun itu investasi yang sudah masuk dalam laporan resmi. Saya yakin masih ada perusahaan yang belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sehingga potensinya bisa lebih tinggi lagi,” ujar Ardiansyah usai membuka Sosialisasi LKPM di Sangatta, Senin (20/7/2026).

Guna mengoptimalkan pendataan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) meningkatkan layanan pendampingan dan kemudahan akses sistem pelaporan bagi para pelaku usaha. Kepatuhan pelaporan LKPM dinilai krusial untuk menyusun kebijakan pembangunan serta memberikan kepastian data bagi calon investor baru.

Sementara itu, untuk tahun anggaran 2026, pemerintah pusat menetapkan target investasi bagi Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp 18,427 triliun. Hingga Triwulan I-2026, realisasi investasi yang tercatat telah mencapai Rp 3,18 triliun atau setara 17,28 persen dari target.

Ardiansyah menyatakan optimistis target tahun berjalan dapat tercapai, mengingat tren penyerapan modal dan pengerjaan proyek investasi di daerah umumnya baru melonjak signifikan pada semester kedua. (*)