Kutim Expo 2026 Resmi Dibuka, 231 Peserta Ambil Bagian

Sangatta – Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 resmi dibuka Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman di Lapangan Helipad Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (12/10/2026) malam. Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim ini diikuti 231 peserta, termasuk 160 pelaku usaha mikro, kecil, dan ekonomi kreatif.

Pameran tahunan tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 12 hingga 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas akses pasar.

Pembukaan acara diawali dengan laporan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekda Kutim sekaligus Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim, Trisno. Ia menyampaikan, pelaksanaan PRKE 2026 mengacu pada Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.14.1.1/2074/Bup.

Menurut Trisno, sebanyak 231 peserta yang berpartisipasi terdiri atas 39 stan perangkat daerah, 18 stan kecamatan, tiga stan instansi vertikal, empat stan perusahaan pertambangan, satu stan Gabungan Perusahaan Perkebunan (GAPKI), tiga stan perbankan, tiga stan organisasi atau lembaga, serta 160 pelaku usaha mikro, kecil, dan ekonomi kreatif.

Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kutim, Trisno mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan produktivitas masyarakat. Ia meminta protokol kesehatan diperketat serta mengimbau pengunjung memanfaatkan pos kesehatan yang disediakan di lokasi pameran.

PRKE 2026 mengusung dua pilar utama, yakni Kutai Timur Berdaya dan Tumbuh Bersama. Tema tersebut diarahkan untuk mendukung visi pembangunan daerah, yaitu “Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing 2025–2029”.

Dalam sambutannya, Ardiansyah mengajak masyarakat Sangatta dan Kutim secara umum untuk meramaikan pameran dengan melihat, membeli, serta menawar produk-produk lokal.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan transaksi selama pameran, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan memperluas jangkauan pemasaran produk ke tingkat lokal, regional, hingga global.

“Kalau tadi diibaratkan UMKM kita naik kelas, UMKM kita tumbuh, UMKM kita berdaya,” ujar Ardiansyah.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kerakyatan berperan dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Karena itu, PRKE 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner dan busana hingga produk yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perkebunan.

Ardiansyah juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan expo sebagai ruang memperkuat kolaborasi, mengembangkan potensi daerah, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku usaha.

“Dengan semangat Kutai Timur berdaya dan tumbuh bersama, mari kita jadikan Expo ini sebagai ajang untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan potensi daerah, membuka lebih banyak lagi kesempatan bagi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemkesra Sekda Kutim sekaligus Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim, Trisno, dalam laporannya menyampaikan bahwa pameran akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 12 hingga 18 Oktober 2026.

“Expo tahun ini diikuti oleh 231 peserta. Peserta terdiri dari berbagai instansi pemerintah, kecamatan, perusahaan pertambangan, perbankan, dan didominasi oleh 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Ekonomi Kreatif,” jelas Trisno. (Ciaa/Adv)