Dinkes Kutim Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Tekan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Sosialisasi Keamanan Pangan di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan literasi pangan sehat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kutim.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dan diikuti oleh sekitar 130 peserta yang terdiri dari unsur pengurus organisasi wanita serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Kutim.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa pemenuhan pangan yang aman dan bergizi merupakan prasyarat penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Salah satu kata kunci Indonesia Emas 2045 adalah anak-anak Indonesia lahir, hidup dan berkembang dengan gizi yang baik,” ujar Ardiansyah.
Ardiansyah memaparkan bahwa tantangan keamanan pangan saat ini semakin beragam, meliputi penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya, rendahnya standar higienitas pengolahan makanan, hingga kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pangan sehat.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan pangan berada pada seluruh mata rantai penyedia, mulai dari produsen, distributor, pelaku usaha, hingga konsumen. Pemkab Kutim juga meminta Balai POM untuk konsisten memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berkomitmen mendukung pembinaan dan pengawasan keamanan pangan. Kami berharap Balai POM terus memberikan arahan kepada para pelaku usaha agar pangan yang beredar di masyarakat benar-benar aman dikonsumsi,” tambahnya.
Secara khusus, Bupati Ardiansyah meminta organisasi perempuan yang hadir untuk menjadi agen edukasi yang menyebarluaskan informasi ini kepada komunitas yang lebih luas. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas konsumsi di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip dan regulasi keamanan pangan. Melalui pembekalan ini, para kader diharapkan mampu mengenali pangan yang aman serta menerapkan tata cara pengolahan yang baik pada lingkup rumah tangga maupun usaha mikro.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kutim menargetkan agar edukasi keamanan pangan dapat diimplementasikan dalam kebiasaan sehari-hari masyarakat guna melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. (Butsainah/*)
