150 Siswa SDN 014 Sangatta Utara Kunjungi Galeri Arkeologi Kutim, Kenali Kekayaan Budaya Daerah
Sangatta – Sebanyak 150 siswa SD Negeri 014 Sangatta Utara mengunjungi Galeri Arkeologi Kutai Timur untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kekayaan budaya daerah. Kunjungan yang melibatkan siswa kelas III, IV, dan V tersebut menjadi salah satu upaya memperluas wawasan pelajar mengenai warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Kutai Timur.
Pemanfaatan galeri sebagai sarana pembelajaran dinilai menjadi langkah positif dalam memperkenalkan kebudayaan kepada peserta didik sejak dini.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Ilham, mengatakan kunjungan SDN 014 Sangatta Utara merupakan bagian dari kegiatan pengenalan kebudayaan yang dilakukan sekolah kepada para siswanya. Langkah tersebut juga mengikuti sejumlah satuan pendidikan lain yang sebelumnya telah berkunjung ke Galeri Arkeologi Kutai Timur.
Menurutnya, para guru ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa dengan mengenalkan kekayaan budaya daerah melalui kunjungan langsung ke galeri.
“Pada prinsipnya mereka sudah paham bahwa teman-teman guru ini juga ingin mengeksplor dan mengenalkan mengenai kebudayaan itu kepada siswa-siswinya,” ujar Ilham saat ditemui di Galeri Cagar Budaya Kutai Timur, Kamis (5/11/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang telah memanfaatkan keberadaan Galeri Arkeologi Kutai Timur untuk mendukung pengembangan wawasan kebudayaan para pelajar.
“Kami dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur merespons dengan baik. Terima kasih kepada satuan pendidikan yang telah memanfaatkan Galeri Arkeologi ini untuk pengembangan wawasan di bidang kebudayaan pada siswa-siswinya,” katanya.
Ilham menilai, keberadaan galeri memiliki peran penting sebagai sarana pendukung pendidikan kebudayaan. Melalui fasilitas tersebut, siswa dapat mengenal kekayaan budaya Kutai Timur sekaligus memperoleh referensi pembelajaran di luar lingkungan sekolah.
Meski demikian, ia mengakui fasilitas Galeri Arkeologi atau Galeri Kebudayaan Kutai Timur saat ini masih tergolong sederhana. Karena itu, diperlukan penataan dan peningkatan pengelolaan agar keberadaannya semakin optimal.
“Kami memang memahami bahwa fasilitas yang ada di Galeri Arkeologi atau Galeri Kebudayaan ini masih sangat sederhana,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan galeri dapat dikembangkan menjadi wadah pendidikan kebudayaan yang lebih terstandar dan mampu memperkaya referensi keilmuan bagi satuan pendidikan.
Dengan semakin banyaknya sekolah yang memanfaatkan fasilitas tersebut, Galeri Arkeologi Kutai Timur diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pengenalan sejarah dan kebudayaan daerah bagi generasi muda. (Butsainah/ADV/*)

