Tiga Titik Jembatan Timbang di Kuttim Bakal Masuk Tahap Studi Kelayakan

Sangatta – Rencana pembangunan fasilitas pengawasan angkutan barang berupa jembatan timbang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mulai mengerucut. Dari lima lokasi yang disurvei bersama pemerintah pusat, tiga titik dinyatakan memenuhi kelengkapan administrasi lahan dan siap diuji melalui studi kelayakan (feasibility study).

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kutai Timur Abdul Muis menjelaskan, penyaringan lokasi tersebut merupakan tindak lanjut atas dukungan Kementerian Dalam Negeri dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Kesiapan dokumen kepemilikan serta kejelasan status tanah menjadi syarat mutlak sebelum lokasi diajukan ke tahap kajian teknis.

“Dari lima titik yang disurvei bersama kementerian, ada tiga lokasi yang dokumen dan surat-surat tanahnya lengkap. Ketiga titik ini yang kami rekomendasikan untuk penyusunan studi kelayakan,” kata Muis.

Salah satu lokasi yang direkomendasikan tersebut berada di wilayah Kecamatan Teluk Pandan. Pendanaan untuk penyusunan studi kelayakan ini telah mendapat persetujuan Bupati Kutai Timur dan dialokasikan melalui APBD Perubahan.

“Lewat kajian awal tersebut, pemerintah daerah akan memetakan kelayakan lokasi secara komprehensif sebagai dasar penetapan titik pembangunan,” terangnya

Selepas studi kelayakan dirampungkan oleh pemerintah daerah, tahapan berikutnya akan diserahkan kepada pemerintah pusat. Kementerian terkait nantinya memegang kewenangan penuh dalam menyusun rancang bangun rinci (detail engineering design/DED) hingga merealisasikan konstruksi fisik jembatan timbang.

“Setelah studi kelayakan selesai, kementerian yang akan menindaklanjuti dengan penyusunan DED sekaligus memasukkan perencanaan pembangunannya,” ujar Muis. (Butsainah/ADV/*)