Asisten III Idham Kholid Lepas 32 Atlet PWI Kutim ke Porwada Kaltim

Sangatta – Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Idham Kholid, melepas 32 atlet Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan. Pelepasan berlangsung di pelataran Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (2/11/2026).

Idham hadir mewakili Bupati Kutim. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Diskominfo Kutim Ronni Bonar, perwakilan KONI Kutim, Ketua PWI Kutim Wardi, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kutim Dedi, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kutim Fatriansyah, serta para ofisial dan atlet.

Ketua PWI Kutim sekaligus Ketua Kontingen, Wardi, mengatakan sebanyak 32 atlet disiapkan untuk mengikuti sejumlah cabang olahraga (cabor) dalam Porwada Kaltim.

Cabang yang diikuti meliputi atletik, futsal, biliar, domino, e-sport, dan karya jurnalistik. Kontingen Kutim juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah cabang tambahan, seperti petanque dan mini bridge.

Wardi menyebut persiapan atlet telah dilakukan melalui latihan intensif, khususnya pada cabang futsal. Dia berharap kontingen PWI Kutim mampu meningkatkan perolehan medali dibandingkan kompetisi sebelumnya.

“Semangat juang para atlet dan dukungan seluruh pihak menjadi modal penting untuk meraih prestasi. Kami berharap perolehan medali tahun ini meningkat, termasuk target medali emas dari cabang yang sebelumnya meraih perunggu,” ujar Wardi.

Sementara itu, Idham Kholid berpesan agar seluruh atlet menjaga sportivitas dan nama baik daerah selama mengikuti pertandingan di Balikpapan.

“Di samping bertanding dengan penuh semangat, kita harus menjunjung tinggi sportivitas. Target kemenangan penting, tetapi persaudaraan antarwartawan di seluruh kabupaten dan kota juga harus tetap terjaga,” kata Idham.

Dia juga mengingatkan para atlet untuk menjaga etika dan budaya selama berada di daerah lain.

“Sebagai peserta yang mewakili daerah, kita harus menjaga nama baik Kutai Timur. Jaga etika, budaya, dan sportivitas. Tunjukkan kelebihan daerah kita agar kabupaten lain juga mengenal Kutai Timur dengan baik,” tegasnya. (Butsainah/ADV/*)