Puncak Ritual Adat Lom Plai 2026, Pemkab Kutim Komitmen Perluas Jangkauan Pariwisata Budaya

MUARA WAHAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya untuk mendorong tradisi pasca-panen suku Dayak Wehea, Lom Plai, menjadi magnet pariwisata internasional. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat menghadiri puncak perayaan ritual adat tersebut di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Rabu (22/4/2026).

Hadir dalam acara tersebut Asisten Deputi Event Daerah Kemenpar RI Reza Pahlevi, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Ririn Sari Dewi, Plt Kepala Dispar Kutim Akmad Rifanie, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi menyatakan bahwa Lom Plai bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bentuk keteguhan masyarakat Wehea dalam menjaga identitas dan kekayaan intelektual budaya secara turun-temurun.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah kekayaan intelektual dan budaya yang tak ternilai. Tugas pemerintah adalah memastikan panggung mereka tetap ada dan jangkauannya semakin luas hingga ke tingkat internasional,” tegas Mahyunadi.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif generasi muda dalam prosesi ini menjadi kunci keberlanjutan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Puncak perayaan dimulai dengan ritual khidmat di Lapangan Sepak Bola Desa Nehas Liah Bing. Para tetua adat memimpin doa syukur kepada leluhur dalam prosesi Embob Jengea. Ritual ini merupakan ungkapan syukur atas hasil panen padi yang melimpah sekaligus doa perlindungan untuk musim tanam berikutnya.

Setelah prosesi doa, acara dilanjutkan dengan atraksi di Sungai Wahau yang menjadi pusat perhatian warga dan wisatawan:

  • Sekseang: Pertunjukan ketangkasan pemuda desa yang melakukan simulasi perang tradisional di atas perahu kayu yang melaju cepat.
  • Tari Penyambutan: Atraksi pemudi Dayak Wehea yang membawakan tarian di atas perahu yang bergerak mengikuti arus sungai.

Kehadiran perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI menandakan dukungan pusat terhadap pengembangan Lom Plai sebagai bagian dari kalender event nasional. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata berencana akan terus meningkatkan fasilitas penunjang dan promosi guna menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Muara Wahau pada tahun-tahun mendatang. (*)