Cegah Utang Baru, Pemkab Kutim Minta SKPD Genjot Realisasi Anggaran Jelang Akhir Tahun

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera mempercepat realisasi anggaran dan penyelesaian program kerja menjelang akhir tahun. Langkah tegas ini diambil guna mencegah munculnya beban utang baru, mengingat Pemkab Kutim baru saja menuntaskan kewajiban utang tahun sebelumnya sebesar Rp559 miliar pada tahun 2026 ini.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim, Rizali Hadi, usai menghadiri Rapat Dalam Kantor (Radaloq) yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (28/10/2026).

Dalam rapat evaluasi tersebut, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pengerjaan proyek, baik fisik maupun nonfisik, agar rampung sesuai target. SKPD yang tercatat masih memiliki tingkat realisasi rendah atau berada di zona merah diminta segera menyusun rencana aksi yang konkret dan terukur.

“Dalam rapat tadi, kami sangat menekankan kepada SKPD yang memiliki beban kerja berat agar ditunjang oleh kemampuan sumber daya yang kuat. Terutama bagi instansi yang masih berada di garis merah, itu menjadi catatan khusus kami, khususnya pada kegiatan-kegiatan fisik,” ujar Rizali Hadi dilansir dari Kabaretam

Rizali mengingatkan bahwa sisa waktu pelaksanaan anggaran tahun ini semakin sempit. Ia meminta seluruh jajaran perangkat daerah bekerja ekstra agar proyek dapat selesai tepat waktu, sehingga pemerintah daerah tidak perlu memberikan kebijakan perpanjangan waktu kerja maupun menanggung gagal bayar.

“Mengingat waktu yang semakin mendesak, jangan sampai nanti ada pemberian perpanjangan waktu kerja. Yang paling utama, jangan sampai timbul utang lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rizali memaparkan bahwa penyelesaian utang daerah tahun lalu sebesar Rp559 miliar telah menjadi prioritas yang berhasil dituntaskan pada tahun 2026 ini. Oleh karena itu, Bupati Kutim berharap beban serupa tidak kembali terulang pada tahun anggaran mendatang.

“Utang tahun lalu sebesar Rp559 miliar sudah menjadi prioritas dan telah kita selesaikan seluruhnya tahun ini. Harapan Pak Bupati, jangan sampai ada beban utang baru lagi di tahun depan,” pungkasnya.