Api Belum Muncul, Polisi dan TNI Sudah Bergerak! Kawasan Rawan Karhutla di Muara Bengkal Dipantau Ketat

Muara Bengkal – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kering menjadi perhatian serius aparat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sebelum titik api muncul, personel Polsek Muara Bengkal bersama TNI dan pihak perusahaan turun langsung melakukan pengawasan serta monitoring di kawasan rawan kebakaran.

Kapolsek Muara Bengkal AKP Rahmat Hartoyo menyampaikan, kegiatan pengawasan dan monitoring karhutla dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2026) di wilayah operasional PT Surya Hutani Jaya (SHJ) Site 23, Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Muara Bengkal, TNI melalui Babinsa Koramil Muara Bengkal, serta tim dari PT Surya Hutani Jaya.

Dari unsur kepolisian, kegiatan dilaksanakan oleh Bripda Muhammad Ega Ari Mustofa dan Bripda Ichsan Maulana. Sementara dari TNI, pengawasan dilakukan bersama Serma Andik Subana.

Pihak perusahaan juga menurunkan sejumlah personel, di antaranya Humas PT SHJ Edy Bejo Saputro, personel RPK Supiyan dan Irfan, personel MPA Alfiansyah, serta petugas keamanan perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan patroli dan pemantauan pada sejumlah kawasan yang dinilai berpotensi rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pengecekan dilakukan terhadap kondisi lahan kering, semak belukar, serta kawasan yang mudah terbakar.

Tak hanya itu, petugas juga memantau kemungkinan munculnya asap, titik api, hingga aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Masyarakat yang ditemui juga diberikan imbauan agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan,” ujar Rahmat.

Koordinasi antara TNI, Polri dan pihak perusahaan juga dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan pemadam jika sewaktu-waktu ditemukan titik api.

Berdasarkan hasil patroli di lapangan, petugas tidak menemukan adanya titik api maupun kebakaran hutan dan lahan di lokasi yang menjadi sasaran monitoring. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan pula aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat.

Kondisi wilayah secara umum dilaporkan aman dan terkendali. Meski demikian, aparat dan pihak terkait tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. (Butsainah/*)