PT SAP Jadikan Hari Buruh Momentum Memperkuat Sinergi Pekerja

Kutai Timur – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di lingkungan , Jumat, 1 Mei 2026, berlangsung jauh dari kesan seremonial. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu ketenagakerjaan dan keberlanjutan industri sawit, perusahaan memilih merayakan momentum tersebut dengan pendekatan yang lebih cair, melibatkan pekerja, keluarga karyawan, hingga masyarakat sekitar area operasional dalam satu ruang kebersamaan.
Sejak pagi, area perusahaan dipenuhi ratusan pekerja dan anggota keluarga yang mengikuti beragam kegiatan, mulai dari lomba memancing, lomba mewarnai anak, hingga Tari Gawi khas Ende Lio, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat hubungan industrial yang lebih inklusif, sekaligus menunjukkan bahwa interaksi antara pekerja dan manajemen tidak selalu harus berlangsung dalam ruang formal.
Manajemen PT SAP Sulthon Saladin, mengatakan peringatan May Day tahun ini menjadi pengingat bahwa keberlangsungan operasional perusahaan bergantung pada kontribusi pekerja di seluruh lini. Menurut dia, dedikasi dan kerja keras staf serta kru lapangan merupakan fondasi utama perusahaan dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan operasional.
“Momentum Hari Buruh Internasional ini kami jadikan ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memastikan komitmen perusahaan dalam memenuhi hak-hak normatif pekerja, menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif,” ujar Sulthon.
Di tengah tuntutan industri terhadap produktivitas dan efisiensi, PT SAP menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi keberlanjutan perusahaan. Komitmen itu diwujudkan melalui praktik ketenagakerjaan yang menolak diskriminasi, kerja paksa, dan pekerja anak di seluruh lini operasional.
Suasana paling ramai terlihat saat lomba memancing dimulai. Para pekerja dari berbagai departemen memadati area kolam sambil saling bersahut menyemangati rekan mereka yang berhasil menarik ikan. Bagi perusahaan, kegiatan sederhana itu bukan sekadar hiburan, melainkan ruang komunikasi informal yang mempertemukan pekerja lintas bagian tanpa sekat jabatan.
Di sisi lain, lomba mewarnai anak-anak menghadirkan suasana yang lebih emosional. Puluhan anak tampak antusias menunjukkan hasil karya mereka kepada orang tua masing-masing. Kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk melibatkan keluarga dalam lingkungan kerja, sekaligus memperkuat kesan bahwa perusahaan tidak hanya memandang pekerja sebagai bagian dari sistem produksi, tetapi juga bagian dari komunitas yang tumbuh bersama perusahaan.
Menjelang siang, seluruh peserta membentuk lingkaran besar mengikuti Tari Gawi, tarian tradisional khas Ende Lio yang sarat makna persaudaraan. Manajemen, staf kantor, pekerja lapangan, hingga keluarga karyawan larut dalam tarian bersama diiringi musik tradisional. Momentum itu menjadi simbol bahwa keberagaman latar belakang pekerja dapat dipersatukan melalui semangat kolektif dan rasa saling memiliki.
Kemeriahan berlanjut pada sesi pembagian doorprize yang menjadi penutup acara. Nomor undian dibacakan satu per satu di tengah sorak peserta yang memadati area panggung. Berbagai hadiah elektronik dan bingkisan dibagikan kepada pekerja dan keluarga yang beruntung, termasuk para pemenang lomba yang digelar sepanjang kegiatan.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut juga datang dari jajaran Kepolisian Sektor Muara Wahau. Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono S.H., mengapresiasi langkah perusahaan yang memilih mengisi May Day dengan kegiatan positif dan memperkuat hubungan industrial.
“Atas nama Kepolisian Sektor Muara Wahau, kami mengucapkan Selamat Hari Pekerja Internasional. Kami sangat mengapresiasi langkah PT KED yang mengisi momen May Day dengan kegiatan positif. Hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan manajemen menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Muara Wahau,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan antara perusahaan dan pekerja dapat terus dijaga demi mendukung iklim investasi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Harapan kami, pekerja adalah aset bangsa dan keamanan merupakan modal utama dalam mencari nafkah. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini agar investasi tetap berjalan baik dan kesejahteraan masyarakat di Muara Wahau terus meningkat,” kata Sumartono.
Melalui peringatan May Day 2026, PT SAP menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan tidak hanya bertumpu pada produktivitas, tetapi juga pada cara perusahaan menghargai manusia di balik operasionalnya. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia. (Rilis/*)
