Tujuh Desa di Muara Wahau Terendam Banjir

SANGATTA – Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), terendam banjir sejak Minggu (7/12/2025). Ketinggian air dilaporkan terus meningkat akibat luapan sungai dan intensitas hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut.
Tujuh desa yang terdampak parah meliputi Desa Muara Wahau, Nehas Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabaq, Diaq Lay, dan Bea Nehas. Di Desa Bea Nehas, banjir dilaporkan mengisolasi akses utama keluar masuk desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim, mengonfirmasi bahwa air masih menunjukkan tren kenaikan di sebagian besar wilayah terdampak.
“Kondisi air berdasarkan laporan dari kecamatan masih ada kenaikan karena cuaca di sana juga masih hujan,” jelas Muhammad Naim saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).
Dijelaskannya, BPBD Kutim saat ini masih memantau perkembangan di lapangan. Jika situasi tidak membaik, tim evakuasi akan segera diterjunkan.
“Jika memang tidak ada perkembangan, insyaallah paling lambat besok pagi kita akan ke Wahau. Sampai saat ini kami belum menerima laporan apakah sudah ada warga yang dievakuasi,” tambahnya.
Secara keseluruhan, banjir melanda lima kecamatan di Kutim, yakni Karangan, Muara Wahau, Kombeng, Telen, dan Bengalon. “ Di Karangan Banjir sudah surut pada Senin pagi. Di Muara Wahau dan Kombeng Masih terendam. Sementara Telen Sudah terjadi banjir, meski tidak separah Muara Wahau. Naim memprediksi genangan akan bergeser ke Telen setelah Kombeng surut, sedangkan Bengalon Kondisi air dilaporkan mulai surut,”terangnya
Naim melaporkan bahwa pengungsian sementara sempat terjadi di Kecamatan Karangan pada Minggu malam. Namun, warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut.
“Untuk Wahau, belum ada laporan warga mengungsi. Kami terus memantau, dan jika kondisi tidak berubah, tim akan bergerak ke lokasi besok pagi,” tutupnya.
BPBD Kutim terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca. Berdasarkan laporan BMKG, wilayah yang saat ini dilanda banjir masih berpotensi tinggi diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi. (*)
