Pemkab Kutim Giatkan Bazar Untuk Meningkatkan Perputaran Ekonomi

SANGATTA. Pemerintah Kutai Timur, melakukan berbagai cara untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Salah satunya, dengan mengadakan bazar di 18 kecamatan di Kutim. Harapannya, dengan kegiatan ini, maka akan mampu meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan serta kemandirian bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Seperti Bazar yang dilakukan di Halaman Kantor  Kecamatan Bengalon, yang dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Rabu (29/3).

“Bazar UMKM ini dilaksanakan agar pelaku UMKM  mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya sekaligus ajang promosi ke konsumen. UMKM harus optimis mampu menembus pasar ekspor. Syaratnya adalah kualitas dan kuantitas produksi harus mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain,” jelas Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Menurutnya, Pemkab Kutim sangat mendukung kegiatan seperti ini. Untuk itu dia mengajak seluruh pihak terkait berupaya peningkatan UMKM serta pemerataan ekonomi di pedesaan termasuk sektor perbankan untuk membantu sektor permodalan. Sebab salah satu kendala yang biasa dialami UMKM adalah akses permodalan.

“Pemkab Kutim akan memfasilitasi  kerjasama  antara perbankan dan UMKM agar memberikan kemudahan memperoleh kredit. Selain itu kerja sama dengan pelaku usaha besar soal teknik pemasarannya,” kata Bupati, dalam acara yang disaksikan ratusan masyarakat dan pejabat lingkup Pemkab Kutim yang hadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Darsafani menjelaskan bahwa Bazaar Promosi UMKM ini sudah direncanakan dengan matang. Dinas Koperasi telah bekerja sama dengan kecamatan serta beberapa pihak swasta. Untuk menggelar kegiatan ini di 18 simpul ekonomi di Kutim.

“Di Bengalon ini adalah titik yang kedua setelah sebelumnya di Kecamatan Sangatta Utara. Setelah di Bengalon akan ada kegiatan serupa di Pasar Induk Sangatta hingga jelang lebaran mendatang. Ini kesempatan dan peluang yang sangat besar bagi semua pelaku UMKM di Kutim,” katanya.

Agar promosi UMKM bisa dilakukan berkelanjutan, Dinas Koperasi dan UMKM meminta kepada Pemkab Kutim, agar Gedung Graha Expo yang ada di Bukit Pelangi dapat digunakan sebagai pusat kegiatan UMKM.

“Kita akan meminta bupati agar pengelolaan dan pemeliharaan Gedung Expo diserahkan kepada Dinas Koperasi (UMKM) yang akan diperuntukkan sebagai pusat kegiatan UMKM. Jadi tempatnya sudah representatif,”katanya.

Sementara itu, Camat Bengalon, Suharman meminta kepada Pemkab Kutim agar membangun pasar permanen di wilayahnya. Dia berharap hal tersebut dapat terealisasi sebelum dirinya memasuki masa purna tugas sebagai PNS.

“Mudah-mudahan sebelum saya pensiun atau paling lambat 2024, Bengalon telah memiliki satu pasar yang permanen dan layak bagi pelaku UMKM,” katanya. (j/ADV)