Koperasi di Kutim Bakal Didanai Dana Desa, Kemendes dan Dinas Koperasi Bentuk Satgas Pengawasan

Sangatta – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil peran kunci dalam mengawal pemanfaatan Dana Desa (DD) yang akan diarahkan untuk pengembangan sektor koperasi di seluruh wilayah Kutim.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menegaskan bahwa pemanfaatan anggaran desa untuk program koperasi wajib dikoordinasikan secara ketat dengan pemerintah pusat, yaitu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Teguh menjelaskan bahwa meskipun anggaran bersumber dari kas desa, mekanisme penyaluran dan pelaksanaan program harus melewati jalur formal dan koordinasi yang telah ditetapkan.
“Kalau pun itu nanti dari dana desa, pasti kan Kemendes. Melalui Kemendes bersama kami,” ujar Teguh, menekankan kolaborasi antara dinas di daerah dan kementerian pusat.
Untuk memastikan program berjalan optimal, pengembangan koperasi yang didanai DD dirancang sebagai upaya kolaborasi lintas sektor di tingkat kabupaten. Sejumlah dinas teknis dilibatkan aktif dalam memberikan dukungan komprehensif, mulai dari aspek sosial, manajemen, hingga pengawasan keuangan.
Dinas-dinas yang ikut berkolaborasi di antaranya adalah Dinas Sosial, Dinas Keuangan, serta dinas teknis lain yang relevan.
Untuk memimpin dan mengkoordinasikan upaya strategis ini, Pemerintah Kabupaten Kutim telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) tingkat kabupaten.
Meskipun melibatkan banyak pihak, Dinas Koperasi dan UMKM secara resmi ditetapkan sebagai Leading Sector atau sektor penanggung jawab utama. Penetapan ini logis mengingat tugas utamanya adalah pada pembentukan, pembinaan, dan memastikan tata kelola operasional badan usaha koperasi berjalan sesuai prinsip yang berlaku.
“Kami sudah membuatkan Satgas tingkat kabupaten,” kata Teguh.
Terkait dengan salah satu inisiatif yang menjadi sorotan, yakni Koperasi Merah Putih, Kadiskop memberikan konfirmasi bahwa saat ini koperasi tersebut masih dalam tahap persiapan intensif dan belum beroperasi secara penuh. “Untuk Koperasi Merah Putih belum jalan,” pungkasnya. (Butsainah/ADV)
