Agenda Rutin Disdikbud, Manasik Haji Akbar Diharap Perkuat Fondasi Rukun Islam Anak Dini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar kegiatan Manasik Haji Akbar yang diikuti oleh 3.500 anak-anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan pada Rabu (5/11/2025) di Masjid Agung Al-Faruq dan dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengonfirmasi tingginya partisipasi yang melibatkan 49 satuan pendidikan tersebut.

“Hari ini, 5 November 2025, telah dilaksanakan kegiatan rutin Disdikbud Kutim yaitu pengenalan ibadah Manasik Haji Cilik untuk anak-anak TK/PAUD. Alhamdulillah kegiatan sudah berjalan dengan lancar dan dibuka langsung oleh Bapak Bupati,” kata Mulyono.

Menurut Mulyono, seluruh tahapan manasik, mulai dari awal hingga pelaksanaan Sa’i dan Tahlul, telah diselesaikan dengan tertib oleh para peserta.

Mulyono menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah penanaman pemahaman mengenai salah satu rukun Islam, yaitu ibadah haji, kepada anak-anak sejak usia dini.

“Harapannya kegiatan ini menanamkan kepada anak-anak kita pemahaman terkait ibadah haji. Mudah-mudahan apa yang mereka alami hari ini berkesan, membekas di hati, dan insya Allah nanti ada kesempatan untuk beribadah yang sesungguhnya,” harapnya.

Selain Manasik Haji, Mulyono juga mengumumkan agenda keagamaan besar yang akan dilaksanakan Disdikbud Kutim dalam waktu dekat.

Disdikbud akan menggelar Pameran Jejak Nabi dan Rasul mulai tanggal 17 hingga 23 November 2025, bertempat di area Masjid Agung Al-Faruq. Pameran tersebut akan menampilkan miniatur jejak perjalanan Nabi dari Arab hingga ke Kutai Timur.

“Pameran ini juga akan diisi dengan kegiatan perlombaan-perlombaan di antaranya ada Lomba Harsi, Lomba Mewarnai, dan lomba-lomba yang bersifat Islami,” jelas Mulyono.

Ia menambahkan, masyarakat muslim Kutim diimbau untuk turut serta meramaikan dan menyaksikan pameran tersebut sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan dan sejarah Islam. (Butsainah/*/ADV)