Pencarian Minyak dan Gas Butuh Prose Panjang
SURABAYA. Industri Minyak dan Gas Merupakan Industri strategis. Sebab industri ini yang menopang ketahanan enegergi dan ekonomi bangsa ini, bukan sekadar urusan memompa minyak dari perut bumi. Sebab untuk mendapatkan minnyak yang ada ratusan meter dari dalam perut bumi, dibutuhkan proses panjang. Mulai dari survey, kegiatan eksplorasi , pengeboran, pengembangan hingga produksi minyak dan gas buni. Demikian dikatakan Kepala perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawsi (Kalsul) Heryanto Syafri dalam acara Media Gathering yang berlangsung di Hotel DoubleTree, Surabaya, Senin 2 November 2026.
“Industri hulu migas merupakan proyek stategis. Namun kegiatan hulu migas memiliki proses yang panjang, kompleks, dan penuh tantangan. Mulai dari survei, kegiatan eksplorasi, pengeboran, pengembangan, hingga produksi minyak dan gas bumi,” tegas Heryanto, di depan puluhan Wartawan dari berbagai kabupatan – kota di Kalimantan dan Sulawesi, serta para narasumber lain yang hadir dalam acara tersebut.
Perjalanan mencari sumber energi ini dimulai jauh di kedalaman bumi melalui penelitian teknis yang tidak sederhana. Untuk memahami hal tersebut, menurutnya, dari acara Media Gathering yang diselenggarakan SKK migas ini peserta dapat kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai industri hulu migas, mulai dari survei seismik hingga produksi minyak dan gas bumi.
Disebutkan, untuk melaksanakan proses industri ini tidak bisa dilakukan sendirian. Selain keahlian teknis dan penguasaan lapangan, aspek komunikasi serta keterbukaan informasi menjadi kunci penting untuk menjembatani dinamika industri ini kepada publik. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan jurnalisme menjadi salah satu pilar utama yang terus didorong.
“Karena itu, dalam acara ini kita juga akan berbagi pengetahuan mengenai komunikasi efektif, personal branding, dan kreativitas yang diharapkan dapat menambah wawasan serta diaplikasikan dalam pekerjaan dan aktivitas profesional rekan-rekan media,” harapanya.
Melalui ruang ruang diskusi yang terbuka, diharapkan terjadi sinergi yang makin kokoh antara para pelaku industri dan insan pers. “Saya harapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Mari kita gunakan forum ini untuk berdiskusi secara terbuka, bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring yang lebih kuat,” katanya.
Sinergi yang terjalin erat antara pemangku kepentingan dan media massa bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting bagi kemandirian energi nasional di masa depan.
“Dengan semangat membangun energi, menguatkan kolaborasi, mari kita terus mempererat kemitraan antara SKK Migas, K3S, dan insan pers demi mendukung keberlanjutan industri hulu migas, ketahanan energi nasional, serta membangun bangsa dan negara,” katanya. (*)

