Kutim Perkuat Deteksi Dini TBC dan ODF: HKN 2025 di Kaliorang Jadi Momentum Sinergi Lintas Sektor

KALIORANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-41 tahun 2025 sebagai momentum kolektif untuk memperkuat pencegahan penyakit menular dan meningkatkan sanitasi lingkungan. Acara puncak HKN yang dipusatkan di halaman Puskesmas Kaliorang pada Sabtu, (8/11/2025), secara khusus menyoroti pentingnya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan Gerakan Desa Open Defecation Free (ODF).
Bupati Kutim, H Ardiansyah Sulaiman, didampingi Plt Kepala Dinkes Sumarno dan jajaran Forkopimda, memimpin kegiatan tersebut. Bupati menegaskan bahwa pembangunan kesehatan harus didasarkan pada kesadaran dan kepedulian masyarakat.
“Semangat HKN 2025 adalah Bangun Generasi Sehat untuk Indonesia Emas. Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi kesadaran dan kepedulian kita menjaga hidup sehat,” tegas Ardiansyah.
Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim, Ny Hj Siti Robiah, memimpin sesi penyuluhan TBC, menekankan bahwa pengobatan penyakit tersebut tersedia gratis di seluruh Puskesmas.
“TBC bisa disembuhkan, dan obatnya gratis di seluruh Puskesmas. Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin cepat sembuh,” ujar Siti Robiah. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita, melainkan mendorong mereka berobat teratur.
Sebagai pengakuan atas pencapaian sanitasi, Bupati menyerahkan sertifikat kepada salah satu desa di Kaliorang yang berhasil meraih status Desa ODF (Stop Buang Air Besar Sembarangan).
“Desa ODF ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: kebersihan lingkungan. Ini langkah nyata menuju Kutim yang sehat,” tambahnya.
Plt Kepala Dinkes, Sumarno, mengkonfirmasi bahwa peringatan HKN di Kaliorang terselenggara berkat kolaborasi erat antara Dinas Kesehatan, PPTI Kutim, tujuh organisasi profesi kesehatan, dan dukungan dari dunia usaha (sektor tambang dan perkebunan).
Ketua Panitia HKN 2025 Kutim, dr Faturahman, menjelaskan alasan pemilihan Kaliorang sebagai lokasi utama: Puskesmas tersebut dinilai aktif menjalankan program kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan imunisasi dan pemberantasan penyakit menular.
“Kaliorang juga strategis, mudah dijangkau dari beberapa kecamatan sekitar seperti Kaubun dan Sangkulirang,” jelas dr Faturahman.
Rangkaian kegiatan HKN, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, menjadi simbol komitmen sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam menjadikan kesehatan sebagai investasi bersama. (*/ADV)