Kutim Peringati Harganas ke-30, Ajak Kolaborasi Cegah Stunting

Kutim, – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 dengan mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju”. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto, Plh Kepala DPPKB Kutim Ronny Bonar, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah hingga perwakilan instansi terkait.
Dalam peringatan Harganas ke-30 ini, turut diserahkan piagam penghargaan secara simbolis lomba tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto kepada Kelompok Bina Keluarga Balita (KBKB) Kit, BKB Bina Keluarga Sehat Kecamatan Sangatta Utara, dan BKB Tulip Kecamatan Sangatta Selatan.
Selain itu, juga diserahkan ATG (Alat Tepat Guna) untuk DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), bantuan dari IPeKB senilai Rp 4,7 juta dalam bentuk paket protein, penghargaan PIK Remaja Percontohan Segmentasi Beraksi, dan Fasilitas Kesehatan Pada KB Serentak Sejuta Akseptor.
Pada kesempatan tersebut, Plh Kepala DPPKB Kutim Ronny Bonar mengatakan bahwa peringatan Harganas ke-30 ini sangat penting sebagai bentuk apresiasi negara terhadap peran penting keluarga dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
“Pada tahun ini mengangkat tema Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju yang diberikan Bapak Presiden kepada Kepala BKKBN pusat sebagai ketua pelaksana penurunan percepatan stunting,” bebernya.
Ronny mengatakan bahwa target untuk mengentaskan kondisi stunting yang ada di Kabupaten Kutim adalah melalui kolaborasi di semua sektor sejak dari intervensi hulu dan ilir. Ia juga mengatakan bahwa ada 8 aksi yang harus dilaksanakan untuk mencegah stunting salah satunya yakni peran desa.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto mengatakan bahwa salah satu mengatasi masalah stunting yakni melalu keluarga. Ia mengatakan PKB/PLKB untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan media yang ada dalam mensosialisasikan delapan fungsi keluarga.
“Mulailah dari keluarga. Bagaimana keluarga bisa Samawa. Mulailah dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga,” kata Sunarto.
Sunarto juga menjelaskan bahwa stunting dapat disebabkan oleh perkawinan di usia dini, kehamilan di usia dini, jarak kehamilan yang terlalu dekat, dan pola pengasuhan yang tidak baik.
Bupati Kutim Ardiansyah mengatakan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga saja, tetapi semua pihak.
“Kita sepakat 2045 sebagai tahun emas Indonesia. Bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki sumber daya manusia yang andal pada tahun 2045. Bapak ibu saudara sekalian tadi dalam paparan beliau saya hanya menggarisbawahi. Betapa pentingnya kolaborasi ini dalam rangka kita untuk mencegah lebih awal dan mudah-mudahan pencegahan ini berhasil,” singkat Ardiansyah. (*/ADV)
