Sulap Lahan Eks Tambang Jadi Sentra Pangan, Polres Kutim Tanam Jagung di Area 25 Hektar

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) menunjukkan komitmen serius dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Memasuki awal tahun 2026, Korps Bhayangkara ini menyulap lahan eks tambang batu bara menjadi lahan produktif pertanian.

Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Program Penanaman Jagung Kuartal 1 Tahun 2026 yang digelar di Lahan Eks Tambang PT. KPC PIT J, Jalan Poros Sangatta – Bengalon, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, pada Jumat (2/1/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, dan didampingi oleh Waka Polres Kompol Ahmad Abdullah, Kapolsek Sangatta Utara Iptu Alan Firdaus, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polres Kutim.

Dalam arahannya, AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret Polri dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan.

“Program ini adalah bagian dari upaya Polres Kutim untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kami bertujuan mengubah image lahan bekas tambang yang selama ini dianggap tidak produktif, menjadi sentra pertanian modern yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Fauzan di lokasi kegiatan.

Tidak berjalan sendiri, dalam menggarap lahan seluas kurang lebih 25 hektar tersebut, Polres Kutim bersinergi dengan PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan menggandeng empat Kelompok Tani (Poktan) dari tiga desa setempat.

Keempat kelompok tani yang terlibat antara lain Poktan Karya Etam bersama 3 Desa Swarga Bara pimpinan Yusuf Pabia, Poktan Bukutor Desa Swarga Bara pimpinan Saulebang, Poktan Karya Bersama Desa Singa Gembara pimpinan Herlina, dan Poktan Sangatta Selatan pimpinan Yanto.

Kapolres menjelaskan pemilihan komoditas jagung pipil dalam program ini bukan tanpa alasan.
“Jagung pipil dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki daya adaptasi yang relatif baik dan kuat terhadap karakteristik lahan reklamasi atau eks tambang,” jelasnya.

Melalui sinergitas antara Polri, perusahaan, dan masyarakat tani ini, diharapkan lahan seluas 25 hektar tersebut dapat menghasilkan panen yang maksimal pada kuartal pertama tahun ini, sehingga mampu menopang kebutuhan pangan di wilayah Kutai Timur. (*)