PUPR Kutim Targetkan Jembatan Long Melah–Marah Haloq Tuntas pada 2027
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memprioritaskan penyelesaian masalah transportasi di Kecamatan Telen. Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Long Melah dan Desa Marah Haloq kini telah dimasukkan dalam skema pengerjaan multiyears (tahun jamak) 2026–2027 guna memastikan percepatan konektivitas antar-wilayah dapat terwujud secara optimal.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kutim, Akla, menjelaskan bahwa pembangunan fisik jembatan tersebut merupakan hasil kesepakatan strategis antara Pemkab Kutim dan DPRD Kutim. Langkah ini dituangkan secara resmi dalam nota kesepahaman (MoU) untuk dimasukkan ke dalam program pembangunan tahun jamak daerah.
”MoU Pemkab Kutim dengan DPRD waktu itu masuk ke dalam program multiyears itu 2026-2027, mudah-mudahan tahun 2027 bisa selesai,” ujar Akla usai mengikuti rapat koordinasi rencana pengoperasian bus perintis di Dinas Perhubungan, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, Camat Telen, Margayawaty, menegaskan bahwa penyeberangan Jembatan Long Melah–Marah Haloq merupakan kebutuhan infrastruktur yang paling mendesak bagi warganya saat ini. Belum tersedianya sarana penyeberangan permanen selama ini dinilai sangat menghambat mobilitas harian warga serta menjadi ganjalan utama dalam mendorong kelancaran pertumbuhan perekonomian antar-desa.
“Yang paling urgent bagi kami adalah jembatan, terutama yang menghubungkan Desa Long Melah dan Desa Marah Haloq,” ungkap Margayawaty.
Guna mengawal proyek vital ini agar berjalan tepat waktu, pihak kecamatan saat ini sedang melengkapi berkas proposal usulan lanjutan sesuai dengan arahan pemerintah daerah demi memastikan alokasi anggaran tahun 2027 dapat terkawal dengan tepat sasaran.
“Kami diminta membuat proposal untuk tahun 2027, supaya pengerjaannya bisa benar-benar rampung di tahun tersebut,” terangnya.
Penyelesaian Jembatan Long Melah–Marah Haloq pada 2027 mendatang diharapkan dapat sepenuhnya menghapus kendala transportasi, sekaligus memutus keterisolasian wilayah pedalaman Telen. (ADV/)

