Polres Kutim Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal

KUTAI TIMUR – Komitmen Polres Kutai Timur (Kutim) dalam mendukung Program Ketahanan Pangan nasional terus ditunjukkan melalui pengecekan langsung perkembangan penanaman jagung di wilayah hukum Polsek Muara Ancalong.
Jajaran Polsek Muara Ancalong melaksanakan pengecekan lahan pertanian jagung milik PT Hamparan Perkasa Mandiri (PT HPM) yang berlokasi di Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang, Kutim, Rabu (21/1/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah perusahaan, di antaranya PT HPM, PT SAWA, PT KAM, dan PT PTA, guna memastikan proses penanaman hingga perawatan jagung berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi PT HPM, lahan seluas 19,6 hektare telah dibuka dan seluruhnya telah ditanami jagung hibrida jenis Syngenta NK7328 SUMO. Tanaman jagung yang ditanam pada 4 dan 27 Oktober 2025 tersebut kini menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan tinggi tanaman mencapai 180 hingga 200 sentimeter.
Untuk mendukung kesuburan tanaman, pihak pengelola telah melakukan pemupukan menggunakan NPK 15 pada 10 Januari 2026 dan pupuk urea pada 13 Januari 2026. Proses penanaman dan perawatan dilakukan secara manual dengan sistem tugal oleh 17 orang karyawan setiap harinya.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara kepolisian dan pihak perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kutim.
“Program ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata kepedulian kami dalam mendukung ketahanan ekonomi dan ketersediaan pangan masyarakat. Kami memastikan program ini berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan melalui pengawasan langsung di lapangan,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
AKBP Fauzan juga menegaskan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program tersebut, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Kami akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan program penanaman jagung sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (Butsainah/*)
