Pernah Rangkap Tiga Jabatan Penting, Sudirman Latif Kini Resmi Lepas Seragam ASN

SANGATTA – Setelah mengabdi selama lebih dari 25 tahun, Sudirman Latif, salah satu figur sentral dalam birokrasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), resmi memasuki masa purnatugas per 1 Januari 2026. Sudirman dikenal sebagai pejabat yang memiliki loyalitas tinggi, bahkan pernah mencatatkan sejarah dengan mengemban tiga jabatan strategis sekaligus.

Dalam perjalanan kariernya, Sudirman Latif dikenal sebagai sosok yang sangat dipercaya oleh pimpinan daerah untuk mengisi kekosongan jabatan krusial. Puncak beban tugasnya terjadi saat ia dipercaya merangkap jabatan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten III (Administrasi Umum), dan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Wilayah (Itwil) secara bersamaan.

Tak hanya itu, di penghujung masa baktinya, ia juga mengemban tugas ganda sebagai Asisten III sekaligus Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Bagi saya, jabatan hanyalah administrasi. Yang utama adalah teamwork. Ada momen tak terlupakan saat kepala daerah sedang agenda luar, saya yang memegang kendali pemerintahan di Sangatta untuk memastikan pelayanan tetap berjalan,” kenang Sudirman, Senin (12/1/2026).

Sebagai ASN angkatan pertama tahun 2000 di Kutim, Sudirman menghabiskan 17 tahun masa dinasnya di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Pengalaman panjang ini ia konversi menjadi sebuah kebijakan revolusioner bagi Kutim, yakni Manajemen Talenta.

Melalui konsep ini, Sudirman memastikan penempatan pegawai tidak lagi bersifat subjektif, melainkan berdasarkan tiga pilar utama:

  1. Kualifikasi (Latar belakang pendidikan)
  2. Kompetensi (Keahlian bidang)
  3. Kinerja (Rekam jejak hasil kerja)

Gagasan yang kini telah disahkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut merupakan upaya Sudirman agar prinsip The Right Man on The Right Job benar-benar tegak di lingkungan Pemkab Kutim.

Meskipun seragam ASN telah ia lepas, dedikasi pria kelahiran Luwu ini belum memudar. Di rumah pribadinya, Sudirman masih terpantau sibuk mencermati tumpukan berkas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk memastikan masa transisi kepemimpinan di instansi yang ditinggalkannya berjalan mulus.

“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan sisa pekerjaan dan koordinasi dokumen. Fokus ini yang membuat saya bahkan belum sempat berpamitan secara resmi kepada pimpinan,” ungkap lulusan Doktor Ilmu Sosial Universitas Merdeka Malang tersebut.

Pasca-pensiun, Sudirman menyatakan akan tetap berkontribusi bagi Kutai Timur melalui jalur pendidikan. Ia berencana aktif kembali mengajar sebagai dosen di STIPER Sangatta dan Universitas Mulawarman (Unmul). Selain itu, ia juga akan mencurahkan waktunya untuk kembali ke dunia pertanian sembari terus memotivasi pemuda Kutim agar mampu mengelola Sumber Daya Alam secara mandiri. (*)