Pemkab Kutim Genjot Pembenahan Folder Ilham Maulana dan Bentuk UPTD Khusus

Sangatta, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah menggenjot upaya pembenahan total Folder Ilham Maulana menyusul instruksi langsung dari Kepala Daerah. Selain revitalisasi fisik, pembenahan ini mencakup penataan manajemen melalui rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus.
Plt Kepala DPUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa Bupati telah menunjuk DPUPR untuk segera menertibkan Polder, termasuk area di sekitarnya, serta membuat kajian mendalam mengenai tata kelola kelembagaannya.
“Oleh Kepala Daerah, Pak Bupati ditunjuklah PUPR, tolong untuk segera benahi Folder termasuk area sekitarnya,” ujar Joni Abdi Setia saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini
Joni Abdi Setia menegaskan bahwa pembentukan lembaga pengelola baru seperti UPTD memerlukan dasar hukum dan analisis yang kuat. Untuk itu, DPUPR saat ini bekerja sama dengan akademisi dalam menyusun kajian yang komprehensif.
“Untuk pembentukan lembaga pengelolaan itu harus ada kajian akademis dulu, seperti UPTD itu. Kami sedang kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang khususnya di bidang teknik sumber air,” terangnya.
Setelah kajian akademis selesai, hasilnya akan diserahkan ke Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Pemkab Kutim. Proses ini juga akan melibatkan asistensi dengan pihak Provinsi untuk menentukan kelayakan pembentukan UPTD.
“Ada penilaian, ada kajiannya, layak apa tidak. Jadi tidak ujuk-ujuk kita bikin lembaga,” imbuhnya.
Meskipun Folder Ilham Maulana sering dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan masyarakat dan olahraga, Joni Abdi Setia menegaskan bahwa fungsi utamanya sebagai pengendali banjir tidak boleh diabaikan.
Ia menjelaskan, Folder berfungsi sebagai penampung air limpasan dari luar wilayah dan dilengkapi pintu air untuk mengatur debit air.
“Itu tetap ada pintunya, ada pintu airnya juga. Bukan hanya penampung, tapi dia mengatur juga. Folder fungsinya menampung air dari limpasan dari luar,” jelasnya.
Dengan langkah normalisasi dan rencana pembentukan UPTD berbasis kajian akademis ini, pengelolaan Folder Ilham Maulana di masa depan diharapkan lebih terstruktur, menjamin pemeliharaan aset, dan mengembalikan fungsi vitalnya dalam menanggulangi banjir di Sangatta. (Butsainah/*/ADV)
