Meski APBD Tertekan, Pemkab Kutim Pastikan 13 Proyek Multiyears Berlanjut
SANGATTA – Tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) tidak mengubah komitmen pemerintah daerah terhadap pelaksanaan proyek pembangunan dengan skema tahun jamak atau multiyears.
Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, mengatakan pemerintah tetap menyediakan pembiayaan sesuai kesepakatan bersama DPRD Kutim. Skema pembayaran proyek tersebut telah disusun berdasarkan kemampuan anggaran daerah.
“Proyek tahun jamak tetap berjalan sesuai rencana yang sudah disepakati dengan DPRD. Anggarannya juga tetap disiapkan mengikuti skema pembayaran,” ujar Noviari kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan pendanaan untuk proyek multiyears pada tahun ini berada di kisaran Rp300 miliar lebih. Sementara alokasi pada 2027 diproyeksikan mencapai sekitar Rp700 miliar.
Secara keseluruhan, Pemkab dan DPRD Kutim telah menyepakati anggaran Rp1,08 triliun untuk membiayai 13 proyek strategis. Dari jumlah tersebut, Rp383,9 miliar dialokasikan pada 2026 dan Rp697,5 miliar pada 2027.
Program itu mencakup pembangunan infrastruktur yang dinilai penting bagi konektivitas maupun pelayanan masyarakat. Salah satunya pembangunan Jembatan Muara Bengalon dengan nilai kontrak Rp70 miliar. Pada 2026, proyek tersebut memperoleh porsi anggaran Rp24,8 miliar.
Selain jembatan, pemerintah juga memasukkan penanganan drainase Jalan Kabo Jaya dengan nilai sekitar Rp17,75 miliar.
Sebelumnya, Pemkab Kutim mengusulkan 32 proyek senilai Rp2,1 triliun. Namun, jumlah tersebut kemudian disesuaikan setelah proyeksi kemampuan APBD turun hingga kisaran Rp4,8 triliun.
Noviari menegaskan penyesuaian program tidak menghentikan proyek yang telah disepakati dalam skema multiyears.(Ciaa/AdvKominfo)

