Kutim Ambil Alih Pembiayaan 24.680 Peserta BPJS Kesehatan Yang Dialihkan Provinsi
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) nampak bergerak cepat merespons kebijakan baru Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terkait pengalihan pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Pasalnya, sebanyak 24.680 jiwa warga Kutim yang sebelumnya ditanggung oleh Pemprov Kaltim, kini resmi menjadi tanggung jawab penuh anggaran daerah kabupaten Kutai Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan untuk menanggung kepesertaan tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar kurang lebih Rp 6,5 miliar.
“Dari 24.680 jiwa itu, anggaran yang perlu disiapkan Pemerintah sekitar kurang lebih 6,5 miliar,” Kata dr Yuwana Sri Kurniawati kepada sejumlah awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, pada Senin (13/4/2026)
Menurut dr. Yuwana, rencana pengalihan pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan ini, sebenarnya sudah diwacanakan sejak beberapa bulan lalu, oleh Pemprov Kaltim. “Sebenarnya kan ini wacananya sudah beberapa bulan sebelumnya sudah sempat disampaikan. Tetapi surat resmi baru minggu kemarin diterima dari Sekda Pemprov Kaltim,” ucapnya
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kutim tengah menyusun solusi, agar pengalihan pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang selama ini dibiayai oleh Pemprov Kaltim berjalan mulus.
“Ya insyaallah kita akan membiayai secara bertahap termasuk bagaimana skemanya. Sebagian kita alihkan di pembiayaan di APBD perubahan 2026 nanti,” terangnya
Sekadar diketahui selain Kutai Timur, Pemprov Kaltim juga mengalihkan tanggungan kepesertaan BPJS Kesehatan ke tiga daerah lain, yakni Kota Samarinda sebanyak 49.742 jiwa, Kutai Kartanegara 4.647 jiwa, dan Berau 4.194 jiwa. (Butsainah/*)

