Kontribusi Ekonomi Non-Ekstraktif Kutim Naik Jadi 30 Persen

SANGATTA – Struktur perekonomian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan perubahan seiring meningkatnya peran sektor non-ekstraktif dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pemerintah daerah mencatat kontribusi sektor tersebut kini telah mencapai sekitar 30 persen.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, perkembangan itu menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pertambangan dan minyak.

Menurutnya, pergeseran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas sejumlah bidang usaha masyarakat. UMKM, industri rumah tangga, pariwisata hingga perhotelan mulai memberikan kontribusi yang semakin berarti terhadap perekonomian daerah.

“Data terbaru tahun 2025 yang dirilis pada 2026 menunjukkan sektor non-ekstraktif kini sudah menyumbang hingga 30 persen terhadap PDRB Kutim,” ujar Ardiansyah saat menghadiri Inaugurasi Kelompok Meeting Bisnis, Sertinah Tangan Di Atas (TDA), dan Workshop “Strategi Membantu Bisnis Layak Dilirik dan Didanai” di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (26/9/2026).

Ardiansyah menyebut kondisi tersebut berbeda dibandingkan 2023, ketika kontribusi sektor non-ekstraktif masih berada pada kisaran 10 hingga 15 persen.

Ia menilai peningkatan tersebut perlu dipertahankan melalui penguatan pelaku usaha lokal. Pemerintah, kata dia, harus memastikan sektor alternatif terus berkembang sehingga perekonomian Kutim tidak bertumpu pada komoditas tambang semata.

“Apakah batubara dan minyak bisa sepenuhnya memberikan kesejahteraan dan pemerataan kepada masyarakat? Tentu kita harus terus memberikan dorongan pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM,” katanya.

Pemkab Kutim juga mendorong perangkat daerah terkait memperkuat pendampingan dan membuka akses permodalan bagi UMKM yang dinilai memiliki potensi berkembang.(Ciaa/AdvKominfo)