Klarifikasi Kasus Penculikan di Sangatta, Maxim Indonesia Tegaskan Pelaku Bukan Lagi Mitra Pengemudi Aktif

SANGATTA – Pihak manajemen Maxim Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait kasus penculikan anak yang terjadi di Sangatta, Kutai Timur, yang sempat mengaitkan penggunaan atribut perusahaan oleh tersangka berinisial MY (32).

Melalui penyampaian Hak Jawab resminya, Public Relations Maxim Indonesia, Nurahmi Tri Wulan Dari, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga korban sekaligus mengecam keras segala bentuk tindakan kejahatan yang terjadi.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa individu yang terlibat dalam peristiwa hukum tersebut sudah tidak terdaftar sebagai mitra aktif dan tidak sedang menjalankan layanan operasional platform.

“Terkait peristiwa tersebut, Maxim menegaskan bahwa individu yang disebutkan dalam kasus ini tidak berstatus sebagai mitra pengemudi aktif Maxim sejak April 2026 dan telah diblokir secara permanen oleh perusahaan,” kata Public Relations Maxim Indonesia Nurahmi Tri Wulan dalam mengajukan tanggapan dan Hak Jawab kepada media teras kaltim pada Kamis (04/6/2026)

Dijelaskannya, berdasarkan data dan hasil verifikasi internal, peristiwa yang saat ini sedang dalam proses penanganan apparat penegak hukum tersebut tidak terkait dengan penggunaan layanan Maxim maupun pelaksanaan operasional perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip keselamatan dan kepatuhan terhadap hukum, Maxim tetap memberikan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat berwenang. Dalam hal ini, Maxim telah bersikap kooperatif dengan menyediakan data dan informasi yang diperlukan oleh pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya kepada media

Lebih lanjut, Public Relations Maxim Indonesia Nurahmi Tri Wulan menjelaskan dalam menjalankan operasionalnya, Maxim secara konsisten menerapkan standar operasional yang ketat dalam proses perekrutan dan pengelolaan mitra pengemudi, termasuk kewajiban penggunaan akun yang terverifikasi dan sesuai identitas pemiliknya.

“Maxim menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak berwenang. Perusahaan akan terus bekerja sama apabila diperlukan dalam rangka mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan menyeluruh,” ungkapnya

Ke depan, Maxim berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keamanan, memperkuat mekanisme pengawasan, serta memastikan penerapan regulasi internal secara konsisten demi memberikan layanan yang aman dan terpercaya bagi seluruh pengguna. (*)