DPRD Soroti Pelayanan PLN, Jauh Dari Telkom

SANGATTA.  Anggota  DPRD  Kutai Timur  (Kutim) David Rante menyoroti  kinerja PLN dalam bidang pelayanan.  Sebab,  meskipun ada call center  PLN,  namun tidak pernah diangkat saat dihubungi masyarakat.  Kalaupun ada perempuan yang angkat, tidak pernah ada jawaban pasti.  Sorotan  ini disampaikan dalam rapat  antara PLN Ranting Sangatta dengan  masyarakat dan di Kantor DPRD Kutim dipimpin Wakil Ketua DPRD Kutim   Arfan.

“ Pelayanan PLN ini sangat jauh dari PT Telkom. Telkom, kita yang dihubungi, ditanya masalah pelayanan wifi kita.  PLN, kita hubungi call  centernya, tidak ada jawaban. Kalaupun ada jawaban, pelayanan PLN, ditunggu berjam-jam, tidak pernah datang,” katanya.

Disebutkan,  dirinya menghubungi PLN, terkait dengan masalah kenaikan listrik yang dia bayar, namun tidak ada jawaban. Dia datang ke kantor PLN,  petugas bilang itu urusan petugas lapangan. Jadi masyarakat ini mau mengadu ke mana kalau seperti ini.

“Apalagi kalau listrik sudah mati, maka jawaban dari telpon  PLN, nomor ini tidak dapat dihubungi,” katanya.

Padahal, menurutnya, kalau pelayanan  PLN terhadap masyarakat itu bagus, pasti tidak akan ada komplain dari masyarakat. Tapi, kalau  PLN tidak melayani dengan baik, meskipun kerugian satu perak dialami masyarakt akibat pencatatan PLN yang salah, maka masyarakat akan menggerutu, tidak iklas.

“Karea itu,  dalam hal kenaikan pembayaran listrik yang tidak wajar ini, kami minta PLN transparan. Kami minta data yang benar,  jangan sampai merugikan masyarakat. Seperti saya, masak dua bulan tidak ada petugas pencatatan PLN datang ke rumah saya, tapi tiba-tiba tagihan listrik naik  Rp600 ribu. Dari mana datanya itu,” katanya.

Terkait dengan data, pihak  PLN Botang mengatakan , untuk bulan Maret, sesuai arahan PLN pusat,  data menggunakan  data rata-rata pemakaian  selama tiga bulan terakhir. Hal ini dilakukan karena masalah corona, sehingga ada pembatasan keluar rumah. “Tapi mulai April ini, kami  sudah melakukan pencatatan langsung. Kalau ada kelebihan, akan kami potong pada tagihan akan datang,” katanya. (ADV/*/TK)