DPMDes Kutim Jelaskan Empat Prioritas Penggunaan Bankeudes RT Rp 250 Juta

Sangatta, – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat melalui program Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes) pada tahun anggaran 2025. Program yang mengalokasikan dana fantastis, yaitu Rp250 Juta per Rukun Tetangga (RT), ini menjadi sorotan utama karena kenaikannya yang signifikan dari tahun sebelumnya, serta fokusnya yang diarahkan pada empat pilar program prioritas.
Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni menjelaskan bahwa keputusan untuk mengalokasikan Bankeudes RT dengan nilai yang substansial ini merupakan strategi Pemkab untuk memastikan program pembangunan dapat menyentuh langsung kebutuhan spesifik masyarakat di setiap lingkungan. Dana ini menjadi alat efektif untuk mempercepat pemerataan pembangunan yang selama ini mungkin belum terjangkau oleh program desa atau kabupaten secara keseluruhan.
“Dana RT itu fungsinya sebenarnya untuk, ada empat tujuan ya,” ujar Basuni kemedia ini pada Jum’at,(14/11/2025).
Tujuan pertama adalah Pengentasan Kemiskinan. Dana tersebut dapat digunakan untuk program-program yang memberikan stimulus atau bantuan modal usaha skala mikro bagi keluarga miskin, atau kegiatan pelatihan keterampilan yang relevan dengan potensi ekonomi lokal di lingkungan RT.Tujuan kedua adalah Akselerasi Pemenuhan Kebutuhan Dasar yang ada di RT yang belum dipenuhi oleh desa atau instansi lain.
“Akselerasi pemenuhan kebutuhan dasar yang ada di RT yang belum dipenuhi oleh entah itu desa dan sebagainya,”jelas Basuni.
Sementara itu, tujuan ketiga difokuskan pada Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Basuni menyebut, dana ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sarana penunjang kegiatan ekonomi lokal, seperti pembangunan kios atau sentra pemasaran produk UMKM hasil kreasi warga RT.
Dan yang keempat, sebagai bagian dari komitmen pemerintah terhadap kesehatan generasi mendatang, dana Bankeudes RT diarahkan untuk Menurunkan Angka Stunting. Peruntukannya bisa berupa pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita berisiko, atau perbaikan lingkungan yang mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Yang keempat itu untuk menurunkan angka stunting.Nah, peruntukannya banyak sekali ya,”kata Basuni
Basuni menambahkan bahwa peruntukan programnya sangat banyak dan fleksibel, asalkan relevan dengan empat tujuan tersebut dan disepakati melalui musyawarah RT. Fleksibilitas ini memungkinkan setiap RT membuat program yang paling sesuai dengan kondisi dan potensi wilayahnya masing-masing. (Butsainah/ADV)
