Bukan Lagi Manual, Petani Kutim Mulai Gunakan Drone untuk Tanam Padi Serentak
BENGALON – Sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini tak lagi identik dengan kerja keras fisik yang menguras waktu berminggu-minggu. Memasuki pertengahan tahun 2026, Pemkab Kutim resmi menginjak pedal gas menuju era Pertanian 4.0 dengan mengandalkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone.
Langkah besar ini dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, dalam acara Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan cetak sawah rakyat, Kecamatan Bengalon, Kamis (9/4/2026).
Inovasi utama yang diperkenalkan adalah sistem Tabela (Tanam Benih Langsung) menggunakan drone. Jika biasanya petani menghabiskan waktu berhari-hari untuk menanam benih secara manual di lahan luas, teknologi ini memangkas waktu secara drastis.
”Dalam satu hektar ini, kita hanya butuh waktu paling lama 10 menit, bahkan bisa 5 menit untuk menanam dengan drone ini. Sangat efektif untuk menghemat waktu dan tenaga,” ujar Dyah dengan optimis di hadapan jajaran Korem dan Kodim yang hadir.
Tak berhenti di tahap penanaman, drone multifungsi ini akan menjadi “asisten udara” bagi petani sepanjang musim tanam, Pemupukan hingga Penyemprotan.
Transformasi ini merupakan bagian dari visi besar menuju pertanian modern. Dyah menjelaskan bahwa mekanisasi dimulai bahkan sebelum benih disebar. Pengolahan lahan kini menggunakan traktor roda empat yang mampu menyelesaikan satu hektar sawah hanya dalam durasi 3 hingga 4 jam.
”Kutai Timur saat ini sudah menuju arah pertanian modern. Mulai dari olah sawah, penanaman, hingga nanti proses panennya, kita menggunakan alat-alat modern seperti ini,” tambahnya.
Meskipun saat ini armada drone yang dimiliki Dinas Pertanian baru berjumlah satu unit—ditambah satu unit milik kelompok tani di Kaubun—pihak DTPHP tidak tinggal diam. Dyah mengaku telah mengajukan penambahan unit kepada Bupati Kutai Timur dan telah mendapatkan lampu hijau.
Targetnya, setiap kecamatan yang menjadi sentra produksi padi memiliki minimal satu unit drone. Prioritas utama seperti Kecamatan Kaubun sebagai sentra terbesar, diusulkan memiliki minimal 3 unit, Kecamatan Long Mesangat minimal 1 unit, Kecamatan Bengalon Minimal 1 unit dan Kecamatan Kombeng Minimal 1 unit.
”Kami sudah mengajukan kepada Pak Bupati, dan insyaallah sudah di-approve untuk penambahan. Karena alat-alat yang sudah kami terima sebelumnya dimanfaatkan dengan sangat baik oleh petani, sehingga kita layak untuk mendapatkan tambahan armada,” tutup Dyah optimis. (Butsainah/*)

