Atasi Penumpukan Bus di Bahu Jalan, Dishub Kutim Verifikasi 21 Titik Halte Karyawan

SANGATTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait gangguan arus lalu lintas akibat penumpukan bus karyawan di bahu jalan. Bersama Sat Lantas Polres Kutim dan manajemen PT KPC, Dishub melakukan survei lapangan untuk menata ulang titik koordinat halte penjemputan di sepanjang Jalan Yos Sudarso I hingga IV, Rabu (11/2/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas naik-turun karyawan perusahaan tidak lagi memicu kemacetan atau menghambat akses keluar-masuk permukiman warga.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan instruksi langsung hasil rapat koordinasi bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim sebelumnya.

“Kami langsung turun ke lapangan untuk memverifikasi 18 hingga 21 titik halte pemberhentian bus karyawan PT KPC beserta subkontraktornya. Fokus utama kami adalah memastikan proses operasional bus tertata dengan baik tanpa mengorbankan kepentingan umum,” jelas Zulkarnain.

Dalam survei yang berlangsung selama tiga jam tersebut, tim gabungan memutuskan untuk menggeser beberapa posisi halte yang dianggap bermasalah. Pergeseran ini didasari laporan warga yang merasa terganggu karena bus seringkali berhenti tepat di depan akses gang atau permukiman.

“Kami geser posisinya karena ada keluhan warga terkait bus yang berhenti tepat di depan gang. Hal itu menyulitkan arus lalu lintas warga yang ingin keluar menuju jalan raya. Agar tidak ada lagi penumpukan dan gesekan di lapangan, titiknya kami sesuaikan,” tegas pria yang akrab disapa Zul tersebut.

Meskipun dilakukan pergeseran, Dishub memastikan tidak ada pengurangan jumlah halte. Berdasarkan verifikasi lapangan, disepakati jumlah titik tetap sesuai rencana awal, yakni 18 Lokasi untuk titik jemput (naik) dan 21 Lokasi untuk titik penurunan.

Zulkarnain menekankan bahwa pihaknya melakukan optimalisasi, bukan eliminasi. “Fokus kami hari ini adalah memastikan titiknya pas, representatif, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Keamanan dan keselamatan jalan tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya. (Butsainah/*)