Menuju Mabrur: 175 Jemaah Haji Kutim Bertolak ke Balikpapan dengan Pengawalan Ketat

SANGATTA – Perjalanan suci menuju Tanah Suci resmi dimulai bagi ratusan warga Kutai Timur. Sebanyak 175 Jemaah Haji Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 1447 H/2026 M telah diberangkatkan dari Masjid Agung Al Faruq, Sangatta, menuju Kota Balikpapan pada Minggu (3/5/2026) sore dengan pengawalan ketat dari personel gabungan.

Iring-iringan yang terdiri dari 4 unit bus jemaah dan 3 unit truk logistik ini dilepas langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, didampingi jajaran Forkopimda dalam suasana yang penuh khidmat dan haru dari keluarga yang melepas.

Menanggapi aspek keamanan, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan dalam memastikan keselamatan tamu Allah ini. Personel gabungan dari Polres Kutim, TNI, dan instansi terkait dikerahkan untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup.

“Kami memastikan pengawalan dilakukan secara maksimal, mulai dari titik kumpul di Masjid Agung hingga keberangkatan menuju Balikpapan. Alhamdulillah, seluruh proses hingga bus meninggalkan lokasi berjalan aman, tertib, dan lancar,” jelas Kapolres melalui Wakapolres Kompol Achmad Abdullah.

Sesuai prosedur keberangkatan, jemaah yang terdiri dari 171 calon jemaah haji dan 4 pendamping ini akan transit terlebih dahulu di Kota Balikpapan. Langkah ini dilakukan sebelum mereka memasuki Embarkasi Haji untuk proses administrasi akhir dan pemeriksaan kesehatan sebelum terbang ke Arab Saudi.

Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam pesan pelepasannya menitipkan harapan besar agar para jemaah senantiasa kompak dan menjaga kondisi fisik di tengah perjalanan yang panjang.

“Jaga kesehatan, luruskan niat, dan jangan lupa mendoakan agar Kutai Timur tetap damai. Kami semua mendoakan Bapak dan Ibu kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutur Bupati.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kutim memastikan seluruh kebutuhan logistik, termasuk koper jemaah yang diangkut menggunakan tiga truk khusus, telah melalui pengecekan ketat agar tidak ada kendala saat tiba di embarkasi.

Keberangkatan ini menandai dimulainya fase perjalanan panjang para jemaah Kutim dalam menunaikan rukun Islam kelima, dengan harapan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan tanpa hambatan berarti. (*)