Optimalkan Musrenbangcam, Petrus Ivung Perjuangkan Hak Air Bersih untuk Empat Desa di Kongbeng

Sangatta – Camat Kongbeng, Petrus Ivung, menjadikan momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) 2026 sebagai panggung utama untuk memperjuangkan hak dasar warga di wilayah terpencil. Fokus utamanya: memastikan masyarakat di empat desa yang selama ini seolah terlupakan, segera mendapatkan akses air bersih layak dari PDAM.

Keempat desa yang menjadi perhatian serius tersebut adalah Desa Sukamaju, Sidomulyo, Sri Pantun, dan Kombeng Indah. Hingga saat ini, warga di sana masih harus bergelut dengan keterbatasan akses dan bergantung pada sumber air alami untuk bertahan hidup.

“Masyarakat di sana punya hak yang sama untuk menikmati air bersih. Selama ini mereka menggunakan air sungai dan sumur bor karena letak desanya agak masuk ke dalam, sehingga sering luput dari perencanaan. Di Musrenbangcam ini, kami optimalkan agar usulan jaringan PDAM bagi mereka masuk dalam prioritas utama,” tegas Petrus Ivung, Rabu (11/2/2026).

Petrus secara terbuka menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang terpaksa mengonsumsi air sungai. Menurutnya, hambatan geografis tidak boleh lagi menjadi alasan bagi pemerintah maupun instansi terkait untuk menunda penyediaan infrastruktur dasar.

Meskipun sebagian wilayah sudah memiliki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan, Petrus menilai kapasitasnya masih jauh dari kata cukup untuk melayani kebutuhan seluruh rumah tangga.

“Kami tidak ingin mereka terus-menerus merasa terabaikan. Air bersih adalah soal kesehatan dan kualitas hidup. Ini yang kami perjuangkan habis-habisan di tingkat kabupaten,” tambahnya.

Selain air bersih, Petrus Ivung juga mengaitkan perjuangan hak warga ini dengan perbaikan akses jalan. Ia mengusulkan betonisasi jalur utama penghubung antardesa serta perbaikan jalan usaha tani di Desa Miau Baru.

Menurutnya, jika jalan tetap berupa tanah dan berlumpur, maka pemasangan jaringan pipa PDAM maupun distribusi logistik lainnya akan terus mengalami kendala teknis dan biaya tinggi.

Dalam forum yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan tersebut, Petrus juga memberikan pesan kuat kepada perusahaan-perusahaan besar di sekitar Kongbeng. Ia berharap optimalisasi pembangunan tidak hanya bersumber dari APBD, tetapi juga dari kontribusi nyata dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Optimalisasi Musrenbang ini juga berarti mengoordinasikan bantuan pihak swasta. Kami mengajak perusahaan untuk ikut ambil bagian membiayai infrastruktur air bersih ini. Mari kita keroyok bersama demi kesejahteraan masyarakat Kongbeng,” pungkasnya. (Butsainah/*)