Sinergi Distan Kutim dan Pemuda Kutim Hebat Pantau Kondisi Petani Sayur Terdampak Banjir

SANGATTA – Bencana banjir yang melanda wilayah Sangatta beberapa waktu lalu memicu respons cepat dari berbagai elemen. Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Distan Kutim) membangun sinergi dengan organisasi kepemudaan untuk meninjau langsung kondisi para petani sayur yang lahan garapannya terendam air.
Kepala Bidang Hortikultura Distan Kutim, Aji Alimuddin, turun langsung ke lapangan didampingi oleh perwakilan dari Pemuda Kutim Hebat dan KNPI Sangatta Selatan. Peninjauan ini difokuskan pada dua wilayah terdampak paling signifikan, yakni Desa Singa Geweh dan Desa Sangatta Selatan.
Keterlibatan organisasi kepemudaan dalam survei ini menjadi bukti kuatnya kepedulian sosial terhadap nasib para petani. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat proses komunikasi dan identifikasi di lapangan, sehingga aspirasi dari kelompok tani dapat tersampaikan dengan baik kepada pemerintah.
”Kehadiran kami bersama rekan-rekan pemuda adalah untuk memastikan kondisi nyata di lapangan. Identifikasi dampak menjadi fokus utama kami agar pemerintah dapat memetakan wilayah mana saja yang terdampak dan mana yang masih aman,” ungkap Aji Alimuddin.
Kekhawatiran utama terletak pada keberlangsungan produksi sayuran. Desa Singa Geweh selama ini dikenal sebagai “dapur” bagi masyarakat Sangatta Utara dan Selatan. Mayoritas pasokan sayur yang beredar di pasar-pasar lokal berasal dari wilayah ini.
Dampak banjir yang signifikan terhadap sektor pertanian di Singa Geweh dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas stok dan harga pangan di pasar. Oleh karena itu, Distan Kutim bersama para relawan pemuda aktif berdialog dengan kelompok tani untuk merancang langkah mitigasi yang tepat.
Melalui kegiatan survei ini, Distan Kutim menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi secara berkala. Pendataan yang dilakukan akan menjadi acuan dalam pemberian dukungan bagi para petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen.
”Kami tidak akan tinggal diam. Dinas Pertanian akan terus memberikan dukungan yang diperlukan kepada kelompok tani agar mereka bisa segera bangkit dan berproduksi kembali guna memenuhi kebutuhan pasar,” tutup Aji. (*)
