Perkuat Kualitas Lulusan Paket A, B, dan C, Disdikbud Kutim Bekali 83 Peserta Bimtek TKA

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan non-formal. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Februari 2026, bertempat di Hotel Royal Victoria. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kompetensi penyelenggara pendidikan dalam mengelola evaluasi hasil belajar yang akurat serta akuntabel.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa Bimtek ini memiliki peran vital dalam menentukan standar kualitas lulusan. Menurutnya, TKA merupakan instrumen penting untuk mengukur capaian akademik peserta didik, serupa dengan sistem ujian akhir berbasis komputer.

“Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan seluruh penyelenggara di Kutai Timur memiliki kesiapan teknis yang matang menghadapi TKA 2026 mendatang,” ujar Mulyono, Senin (2/2/2026) malam.

Mulyono menambahkan bahwa TKA merupakan kebijakan yang melengkapi sistem evaluasi sebelumnya, seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). “TKA ini diperuntukkan bagi anak-anak di kelas akhir. Jika dulu kita mengenal EBTANAS, sekarang ada TKA yang sepenuhnya berbasis komputer,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 83 peserta yang berasal dari 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Peserta terdiri dari para Kepala Satuan Pendidikan dan Proktor.

Untuk menjamin kualitas teknis, Disdikbud Kutim menghadirkan narasumber ahli dari UPTB Telkom Provinsi Kalimantan Timur. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemahiran proktor dan pengawas dalam mengoperasikan sistem ujian.

“Harapan kami, pasca pelatihan ini kemampuan teknis para proktor meningkat secara signifikan, sehingga pelaksanaan TKA nanti dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti,” tutupnya (*)