Persikutim United Berhasil Amankan Posisi di Liga 3 Nusantara, Usai Bungkam Persebata 2–0

Sangatta – Persikutim United memastikan diri tetap berlaga di kompetisi Liga 3 Nusantara musim depan. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Singa Mose tersebut meraih kemenangan krusial 2–0 atas wakil Nusa Tenggara Timur, Persebata Lembata, dalam laga babak play-off zona degradasi di Stadion UNS, Solo, Senin (2/2/2026).
Kemenangan tim asuhan Syafril Usman ini ditentukan oleh dua gol yang lahir di momen penting. Striker andalan Johan Yoga Utama membuka keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit ke-53. Persikutim kemudian mengunci kemenangan lewat gol Dicky Kurniawan pada babak tambahan waktu kedua (menit ke-92), yang sekaligus mengakhiri perlawanan sengit Persebata.
Ketua Persikutim United, Pandi Widiarto, menyatakan rasa leganya atas hasil ini. Menurutnya, meski pencapaian musim ini belum memenuhi target awal, keberhasilan bertahan di Liga 3 merupakan modal berharga bagi manajemen.
“Musim ini kami mendapatkan banyak pelajaran penting. Pergantian pelatih di tengah jalan terbukti membawa perbaikan performa, namun evaluasi menyeluruh tetap akan kami lakukan, termasuk rencana perombakan komposisi pemain untuk musim depan,” ujar Pandi saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menatap musim 2026/2027 yang diprediksi bergulir Oktober mendatang, Pandi yang juga Anggota DPRD Kutai Timur ini mengungkapkan rencana strategis untuk memperkuat skuat. Salah satunya adalah membuka seleksi bagi pemain lokal Kutai Timur pada Mei atau Juni mendatang, tepatnya setelah hari raya Idulfitri.
“Kami optimistis potensi pemain lokal tidak kalah bersaing. Ini adalah kesempatan bagi atlet daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi nasional sekaligus mempromosikan nama Kutai Timur di kancah sepak bola Indonesia,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, manajemen Persikutim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah, sponsor, dan masyarakat Kutai Timur. Dukungan yang diberikan menjadi energi tambahan bagi tim saat berjuang di masa-masa sulit kompetisi.
“Ini bukan sekadar sepak bola, tetapi sarana memajukan potensi daerah. Kami berharap seluruh pihak terus terlibat aktif mendukung Singa Mose agar bisa terus berkembang lebih jauh di musim-musim mendatang,” pungkas Pandi. (*)
